Lima Langkah Mencegah Peretasan Akun WhatsApp dengan Mudah

  • 04 Jun 2026 15:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Aksi peretasan dan pengambilalihan akun WhatsApp dengan modus penipuan kini semakin marak terjadi dan merugikan banyak pengguna gawai. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan berbagai celah keamanan, mulai dari pencurian kode One-Time Password (OTP) hingga penyalahgunaan data pribadi untuk mengambil alih akun korban dalam waktu singkat.

Fenomena tersebut dinilai semakin meningkat seiring tingginya aktivitas komunikasi digital masyarakat. Banyak korban baru menyadari akunnya diretas setelah pelaku mulai menghubungi kontak lain untuk meminta sejumlah uang atau menyebarkan tautan mencurigakan. Kondisi ini membuat kesadaran terhadap keamanan digital menjadi semakin penting.

Pakar keamanan siber, Andi Prasetyo, mengatakan bahwa perlindungan akun harus dimulai dari kedisiplinan pengguna dalam menjaga data pribadi. Menurutnya, kelalaian kecil seperti membagikan kode OTP dapat membuka akses penuh bagi pelaku kejahatan digital. “Sebagian besar kasus terjadi karena pengguna kurang memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data akun,” ujarnya.

Salah satu langkah proteksi yang disarankan adalah mengaktifkan verifikasi dua langkah melalui menu keamanan aplikasi. Fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat PIN tambahan enam digit sebagai lapisan perlindungan saat akun diakses di perangkat baru. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai layanan pelanggan resmi.

Langkah lain yang tak kalah penting ialah menonaktifkan fitur pratinjau pesan pada layar kunci ponsel. Cara ini dinilai efektif mencegah orang lain melihat kode rahasia atau isi pesan penting tanpa izin. Pengguna juga dianjurkan membatasi privasi foto profil dan status hanya untuk kontak tertentu guna menghindari penyalahgunaan identitas oleh pelaku penipuan digital.

Pengamat teknologi digital, Rina Mahendra, menilai kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut banyak pengguna belum rutin memeriksa perangkat tertaut pada akun pesan singkat mereka. “Perangkat yang masih terhubung di komputer umum atau perangkat lama bisa menjadi celah keamanan jika tidak segera dikeluarkan aksesnya,” katanya.

Melalui kewaspadaan tinggi dan pemanfaatan fitur keamanan bawaan aplikasi, risiko kerugian material maupun sosial akibat kejahatan digital dapat diminimalkan. Masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan daring yang terus berkembang, terutama yang mengatasnamakan keluarga, teman, maupun institusi resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....