Pelaku Pengeroyokan Sadis di Pandak Bantul Bertambah Menjadi 7 Orang
- 28 Apr 2026 14:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Polres Bantul kembali mengamankan tiga tersangka baru kasus pengeroyokan IDS (16), seorang pelajar asal Pandak, Bantul hingga tewas. Dengan penangkapan tersebut, total pelaku yang berhasil diringkus menjadi tujuh orang.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto menyatakan, pada awalnya Polres Bantul berhasil mengamankan tersangka berinisial BLP (18) alias BR di wilayah Kretek, Bantul pada Rabu, 15 April 2026. Di hari berikutnya, pelaku YP (21) alias B diringkus di kawasan Babarsari, Sleman.
"Berdasarkan petunjuk dari tersangka tersebut, kami melakukan pengejaran terhadap lima tersangka lainnya. Di mana lima orang tersebut kabur ke rumah persembunyian dari geng Torres di Cilacap, Jawa Tengah," ucapnya saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa, 28 April 2026.
Bergerak cepat, tim gabungan dari Jatanras Polda DIY dan Satreskrim Polres Bantul melakukan penggerebekan di lokasi tersebut. Namun, kelima tersangka ternyata sudah kabur.
"Jadi dua orang kabur ke arah Tangerang Selatan, Banten, sementara tiga lainnya lari ke Boyolali, Jawa Tengah. Tim kemudian kami bagi dua untuk melakukan pengejaran," katanya.
Pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku berinisial JMA (23) alias J dan RAR (19) alias B berhasil dibekuk di sebuah indekos wilayah Tangerang Selatan. Selanjutnya pada Senin, 27 April 2026, orang pelaku berhasil ditangkap di Boyolali.
"Tiga tersangka tersebut yaitu AS (21), ASJ (19), dan SGJ (19). Sehingga seluruh tersangka yang kami amankan ada tujuh orang, dan sudah dilakukan penahanan di Mapolres Bantul," ujarnya.
Sebelumnya, kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya seorang pelajar berinisial IDS (16), asal Pandak, Bantul, kini telah menemui titik terang. Polres Bantul, telah menetapkan dua tersangka dan berhasil mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.
Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza mengatakan, aksi kekerasan tersebut dipicu oleh balas dendam akibat permasalahan antar geng. Para pelaku sempat menginterogasi IDS terkait keterlibatan dalam suatu geng remaja.
“Untuk motifnya lebih ke arah balas dendam. Karena pada saat di TKP, korban ditanya apakah terlibat dalam geng. Ketika korban berkata tidak, lalu dipukul oleh salah satu pelaku dan diikuti olah yang lainnya,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....