Dibilang 'Sok Alim', Cobro Nekat Habisi Nyawa KYR

  • 11 Mar 2026 23:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Polres Bantul berhasil mengungkap detil percakapan antara korban dan pelaku pembunuhan di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Akibat perkataan itu, pelaku nekat menghabisi nyawa korban di rumahnya.

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto menjelaskan, pada mulanya korban yakni KYR (35) berkumpul bersama delapan orang temannya pada Selasa, 24 Februari 2026 malam. Kedua pelaku yaitu SS alias Cobro (29) dan FS (22) juga termasuk dalam rombongan tersebut.

“Jadi kedua tersangka dan korban ini berkumpul bersama di rumah korban. Di saat berkumpul itu KYR sempat berkata ‘nek sok-sokan alim ojo ning kene, (kalau merasa paling alim jangan di sini),” ucapnya saat jumpa pers, Rabu, 11 Maret 2026.

Tak terima dengan perkataan korban, Cobro mengajak FS untuk pulang sekitar pukul 04:00 WIB. Ternyata Cobro mengambil golok di rumahnya di wilayah Gamping, Sleman.

“Keduanya lalu kembali ke rumah korban sekitar pukul 05:00 WIB. Cobro lalu masuk melalui pitu belakang,” ujarnya.

Saat itu, KYR sedang dalam posisi tidur bersama anak dan istrinya. Sementara rekan-rekannya yang sebelumnya ikut berkumpul sudah pulang ke rumah masing-masing.

“SS langsung mengayunkan golok tersebut ke arah korban sebanyak tiga kali. Sabetan pertama mengenai wajah sebelah kiri, sabetan kedua mengenai perut dan melukai istri korban, lalu yang ketiga mengenai paha kanan korban yang mengakibatkan KYR meningga dunia,” katanya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap motif di balik kasus pembunuhan yang menewaskan KYR (35), di rumahnya wilayah Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Usut punya usut, peristiwa keji itu dipicu oleh pelaku yang merasa sakit hati dengan perkataan korban.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, identitas pelaku yakni SS (29) warga Gamping, Sleman. Korban dan pelaku sendiri, diketahui memiliki hubungan pertemanan.

“Keduanya ini saling kenal dan memang sudah berteman,” ucapnya, Senin, 9 Maret 2026.

Sebelum aksi pembacokan, sempat terjadi percakapan antara keduanya yang membuat pelaku tersinggung. Hal itu lah yang memicu SS nekat melakukan kekerasan yang berakhir dengan tewasnya korban.

“Jadi motifnya sakit hati dengan ucapan korban,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....