Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Hidup di Perguruan Tinggi
- 23 Mei 2026 15:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Seminar bertajuk 'Dari Diskusi ke Aksi: Merencanakan Bersama Program Pendidikan Antikorupsi sebagai Pondasi Integritas' digelar di Gedung Rektorat ISI Yogyakarta dan secara daring melalui Zoom Meeting dengan diikuti sekitar 250 peserta, Rabu, 20 Mei 2026.
Langkah kolaboratif antara Perpaksinas, ISI Yogyakarta, Forum PAK SIJI DIY, Inspektorat DIY, dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) ini, dalam rangka memperkuat pendidikan antikorupsi di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua Forum PAK SIJI DIY, Dr. Totok Suharto, ST., M.Si., menegaskan, tindakan nyata dalam upaya pemberantasan korupsi harus diwujudkan. Salah satu tindakan nyata ini dilakukan melalui pendidikan.
“Pendidikan antikorupsi menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini,” katanya.
Ketua Perpaksinas, Master Yudi Ismono menyampaikan, antikorupsi merupakan budaya yang harus mengakar kuat bagi setiap orang. Menurutnya, gerakan pendidikan antikorupsi harus dibangun secara bersama dan berkelanjutan antara kampus, pemerintah, dan masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat budaya integritas, tidak hanya di lingkungan pendidikan tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Pendidikan antikorupsi di akademik
Sementara itu, Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., menekankan, pendidikan antikorupsi harus hidup dalam budaya akademik sehari-hari. Menurutnya, kampus seni memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan moral melalui pendekatan kreatif.
Perwakilan KPK RI menyatakan, strategi pemberantasan korupsi harus berjalan melalui pendidikan, pencegahan, dan penindakan secara bersamaan. KPK juga mendorong integrasi kurikulum antikorupsi, penguatan budaya kampus berintegritas, serta kolaborasi perguruan tinggi dalam gerakan budaya antikorupsi.
Dalam seminar ini ditegaskan bahwa seni memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan integritas kepada masyarakat. Melalui karya visual, musik, film, hingga pertunjukan seni, nilai antikorupsi dapat disampaikan dengan lebih dekat dan menyentuh generasi muda.
Kegiatan ini juga ditandai dengan peluncuran implementasi pembelajaran antikorupsi melalui penguatan kurikulum, pengembangan modul, dan peningkatan kapasitas dosen. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi kampus lain dalam membangun budaya akademik yang bersih dan bermartabat.
Seminar menghadirkan narasumber Prof. Sumaryati, Suyitno, M.Pd., dan Megawati Attiyatunnajah, S.H. yang menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari ruang kelas, organisasi mahasiswa, karya seni, hingga budaya sehari-hari di lingkungan kampus.
Dengan semangat kolaborasi, ISI Yogyakarta bersama para mitra berkomitmen mendorong lahirnya generasi yang berintegritas demi masa depan Indonesia yang lebih bersih, adil, dan bermartabat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....