Nasabah KSP Mekarsari Kembali Pertanyakan Kejelasan Dana Simpanan

  • 29 Jan 2026 11:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Belasan nasabah Koperasi Simpan Pinjam Mekarsari mendatangi kantor cabang di Yogyakarta, jalan Veteran, Kemantren Umbulharo, Rabu, 28 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam dilakukan nasabah untuk meminta kejelasan terkait dana simpanan berjangka yang sejak bulan September 2025 belum diterimanya.

Kepala Koperasi Mekarsari, Anditya mengungkapkan, bahwa penjelasan sebenarnya hanya bisa dilakukan dari kantor pusat, karena seluruh arus dana berada di pusat. Hanya saja dari kantor pusat dijelaskannya, masih mengusahakan untuk melakukan perbaikan cash flow, terutama dengan mencari investor.

"Masih tetap diusahakan untuk dana ini memang untuk kembali. Hanya saja untuk investor ini masih memang perlu waktu dan ini mereka (kantor pusat, red) sendiri juga masih mengusahakan," katanya.

Anditya mengatakan, melalui investor dan perbaikan cash flow ini dimungkinkan bisnisnya akan dapat berjalan normal. Menurutnya, investor masih dalam pembicaraan, sedangkan kinerja koperasi saat ini masih berjalan.

"Untuk pinjaman kita masih, memang ada pendapatan tapi kalau cash flow-nya, saya nggak bisa menjawab itu ya, karena dari cash flow-nya dari total pusat pendapatan, hingga aset itu dari pusat semua. Saya belum tahu (jumlah nasabah di Yogyakarta) datanya di pusat semua," ujarnya.

Sementara itu, Salah satu nasabah Winie Astuti (70) mengatakan, semua nasabah yang hadir bersamanya di KSP Mekarsari cabang Yogyakarta ini untuk meminta kepastian terkait nasib dana di simpanan berjangka yang tidak bisa keluar sejak September 2025. Menurutnya, dalam pertemuan selama dua jam tersebut belum ada titik temu baik antara nasabah maupun koperasi.

"Semua nasabah itu ingin bergabung menjadi satu untuk meminta uang kami kembali. Tapi dari tadi pembicaraan enggak selesai-selesai itu saja," katanya.

Winie mengaku sempat di telefon dengan Kantor KSP Mekarsari Pusat untuk menunggu hingga Jumat. Ia juga berharap uang hari tuanya bersama asisten rumah tangga Mbah Ginem (65) dapat kembali.

Dalam momentum tersebut Ginem juga turut serta hadir. Ia berharap, jerih payahnya bekerja selama kurang lebih 40 tahun sebagai ART yang masuk dalam simpanan berjangka di KSP Mekarsari sebesar Rp85 juta bisa kembali.

"Saya itu buta huruf, jadi setiap gajian sama bu Winie ditransfer ke Bank. Harapannya bisa kembali uangnya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan nasabah lainnya Aryanto (60) warga Sleman. Menurutnya, dana jatuh tempo juga sama sejak tahun lalu belum terbayarkan, padahal selama ini tidak ada masalah.

Aryanto juga berharap dana simpanan ini dapat kembali, apalagi dalam satu keluarga itu juga turut serta menjadi deposan di KSP Mekarsari. Ia juga berharap, investasi di Indonesia bisa semakin aman dan tidak direpotkan atau disusahkan dengan kasus-kasus serupa.

"Saya itu kan untuk membiayai kuliah anak saya, biaya kesehatan dan sebagainya yang selama ini aman saja ter-cover. Tapi ternyata deadlock ini ya wes kacau kabeh," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....