Cegah Kesalahan saat Mendaki Gunung, Begini Penjelasannya

  • 27 Jun 2026 16:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Persiapan pendakian tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga perlengkapan yang digunakan selama di alam terbuka. Namun, masih banyak pendaki, terutama pemula, yang belum memahami hal ini.

Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif UMY, dr. Yusda Kris Sari Wijaya menjelaskan, prinsip utama dalam mencegah hipotermia saat mendaki gunung adalah menghambat hilangnya panas tubuh.

Kehilangan panas dapat terjadi melalui proses konduksi, konveksi, dan radiasi, yang dapat mempercepat penurunan suhu tubuh apabila tidak diantisipasi dengan baik. Kalau kita bicara prinsip penanganan, yang paling penting adalah menghambat kehilangan panas.

”Banyak orang tidak sadar, pakaian basah justru mempercepat tubuh menjadi dingin,” katanya, Sabtu, 27 Juni 2026. ”Maka, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengeringkan tubuh, ganti pakaian basah, lalu mengisolasi panas tubuh menggunakan thermal blanket atau perlengkapan serupa.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pendaki adalah membiarkan tubuh tetap dalam kondisi lembap setelah kehujanan atau berkeringat. Kondisi tersebut mempercepat hilangnya panas karena air menghantarkan suhu dingin lebih cepat ke permukaan kulit.

Selain itu, pemilihan bahan pakaian juga menjadi faktor penting yang kerap diabaikan. Bahan katun dinilai kurang ideal untuk aktivitas pendakian, karena mudah menyerap keringat dan mempertahankan kelembapan.

”Ketika pakaian yang digunakan mendaki basah, tubuh akan lebih mudah kehilangan panas,” ucapnya. ”Sehingga disarankan, menggunakan bahan yang mampu mengisolasi suhu dan cepat kering, seperti dry fit atau bahan sintetis lainnya.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....