Risiko Bahaya yang Perlu Diwaspadai saat Healing ke Gunung
- 24 Jun 2026 18:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tren menjadikan gunung sebagai tempat healing di kalangan anak muda, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak sedikit pendaki yang memilih menikmati alam untuk melepas penat, bahkan sebagian melakukan pendakian singkat dengan konsep tektok (naik dan turun dalam satu hari).
Namun, di balik meningkatnya minat tersebut, terdapat risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Salah satunya kondisi hipotermia yang dapat berujung fatal jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini.
Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif UMY, dr. Yusda Kris Sari Wijaya menjelaskan, hipotermia merupakan kondisi ketika suhu inti tubuh turun hingga di bawah 35 derajat Celsius.
Kondisi ini menyebabkan berbagai organ tubuh tidak dapat bekerja secara optimal dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Menurut dr. Yusda, tubuh manusia membutuhkan suhu ideal agar seluruh sistem organ dapat berfungsi dengan baik.
Ketika suhu tubuh menurun, organ-organ vital seperti jantung mengalami gangguan, sehingga tidak maksimal dalam memompa darah. Pada saat yang sama, tubuh menggunakan cadangan energi untuk menghasilkan panas melalui mekanisme menggigil.
“Tubuh membutuhkan suhu yang optimal agar seluruh organ dapat bekerja maksimal,” katanya, Selasa, 24 Juni 2026. ”Ketika suhu tubuh turun, fungsi organ seperti jantung, otot, hingga sistem hormonal ikut terdampak.”
Pada pendaki yang sudah kelelahan dan banyak menguras energi, cadangan glukosa untuk mempertahankan panas tubuh semakin berkurang. Sehingga kemampuan tubuh melawan suhu dingin juga menurun.
Selain memengaruhi fungsi jantung dan otot, hipotermia juga dapat mengganggu distribusi oksigen ke jaringan tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh mengalami kekurangan oksigen yang kemudian memengaruhi fungsi otak.
”Kondisi ini sangat berbahaya,” katanya. ”Karena membuat kemampuan tubuh merespons suhu dingin semakin menurun.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....