Gemar Lari Marathon? Kenali Tanda Jantung Overload dan Cara Mengatasinya

  • 22 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Meski menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, lari jarak jauh dan marathon tetap menyimpan risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait kondisi jantung overload atau beban kerja jantung yang berlebihan. Kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan, karena itu setiap pelari perlu memahami kapasitas tubuh dan mengenali tanda-tanda peringatan yang muncul selama aktivitas fisik.

Dalam program Komunitalks Pro2 Jogja, Jumat, 19 Juni 2026, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ana Fauziyati, M.Sc., Sp.PD, menegaskan bahwa apapun bentuk olahraganya tetap harus dilakukan secara proporsional. "Melepaskan diri dari sedentary lifestyle itu sehat, tetapi jika intensitas olahraga termasuk lari jika dilakukan secara berlebihan, tentu dapat membebani kerja jantung," ujarnya.

Risiko dan endurance

Lari endurance atau lari jarak jauh memberikan manfaat besar bagi kebugaran dan daya tahan tubuh. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa pemulihan yang cukup, olahraga ini dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.

Dalam jangka pendek, pelari berisiko mengalami dehidrasi, hiponatremia atau kadar natrium yang terlalu rendah, cedera otot, gangguan akibat panas (heat illness), hingga aritmia sementara saat beraktivitas. Kuncinya terletak pada pengaturan dosis latihan yang tepat dan pemberian waktu pemulihan yang memadai.

Waspada kondisi berbahaya

Salah satu kondisi paling berbahaya adalah heat stroke, yakni ketika suhu inti tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius. Gejalanya antara lain kebingungan, berhentinya produksi keringat, hingga penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan medis darurat.

Selain itu, pelari juga dapat mengalami takikardi, yaitu ketika denyut jantung meningkat melebihi batas maksimal yang dapat menyebabkan pusing, mual, gangguan irama jantung, bahkan henti jantung mendadak. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah syok hipovolemik, yang terjadi akibat kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar. Tanda-tandanya meliputi tekanan darah menurun, tubuh terasa sangat lemas, dan kulit yang dingin dalam waktu lama.

Tanda mulai overload

Menurut dr Ana, tubuh umumnya memberikan sinyal ketika kapasitasnya mulai terlampaui. "Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain nyeri dada, jantung berdebar tidak teratur, pusing, hingga pandangan yang mulai menggelap," katanya.

Gangguan pengaturan suhu tubuh juga bisa muncul dalam bentuk mual, muntah, kulit pucat atau dingin, tetapi tubuh tetap terasa sangat panas. Pada kondisi yang lebih serius, pelari dapat mengalami kebingungan, bicara tidak jelas, kehilangan koordinasi, hingga kelemahan yang muncul secara tiba-tiba.

Jika muncul tanda-tanda jantung overload, pelari harus segera menghentikan aktivitas dan tidak memaksakan diri untuk terus berlari. Longgarkan pakaian, lepaskan topi, dan cari tempat yang teduh untuk membantu menurunkan beban tubuh.

Proses pendinginan dapat dilakukan dengan menyiram tubuh menggunakan air atau mengompres area leher, ketiak, dan paha. Apabila kondisi tidak membaik atau justru memburuk, segera cari bantuan medis. Hindari minum dalam jumlah berlebihan, terutama jika sudah mengalami kebingungan atau penurunan kesadaran.

"Biasanya kalau sudah merasa kelelahan, saya turunkan pace dan segera beristirahat. Kalau dekat dengan water station pasti langsung mencari minum," kata Firdha, pelari pemula yang memulai hobi larinya sejak awal 2025.

Tips aman lari jarak jauh

Untuk mengurangi risiko, pelari disarankan menerapkan prinsip latihan progresif, misalnya eningkatan jarak tempuh sebaiknya tidak lebih dari 10 persen setiap minggu agar tubuh memiliki waktu beradaptasi. Pelari dianjurkan memperhatikan cairan dan elektrolit terutama saat berolahraga di cuaca panas dan minum secara teratur sebelum merasa haus.

Penggunaan jam olahraga untuk memantau denyut jantung dapat membantu menjaga intensitas latihan tetap berada di zona aman. Selain itu, hindari berlari pada terik matahari dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai kebutuhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....