CO2 Realm Hadirkan Ekosistem Mini untuk Pecinta Satwa

  • 10 Jun 2026 07:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - CO2 Realm hadir sebagai usaha kreatif yang menggabungkan dunia tanaman dan satwa dalam sebuah konsep ekosistem mini. Dikelola oleh dua pendiri, Fauzi dan Ovi, usaha ini menawarkan berbagai produk seperti terarium, paludarium, aquascape, hingga perencanaan tanaman dan habitat satwa yang dirancang agar lebih alami dan nyaman.

Owner CO2 Realm, Fauzi, menjelaskan bahwa usaha tersebut lahir dari kolaborasi dua bidang keahlian yang berbeda. Ia memiliki latar belakang di bidang tanaman, sementara rekannya, Ovi, berpengalaman sebagai keeper satwa dan pernah bekerja di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. “Mas Ovi dulu bergerak di bidang konservasi dan pernah menjadi keeper satwa. Sementara saya lebih fokus di tanaman. Akhirnya kami berpikir bagaimana cara menggabungkan keduanya agar hewan bisa nyaman di habitatnya dan tanaman tetap tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Bonsai Sakura Micro. (Foto: RRI/HE)

Kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pembuatan ekosistem mini buatan yang meniru kondisi alam. Menurut Fauzi, konsep ini tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga memperhatikan kebutuhan biologis satwa maupun tanaman yang berada di dalamnya.

CO2 Realm sendiri mulai aktif kembali sejak April 2026. Sebelumnya, kedua pendirinya menjalankan aktivitas di bidang masing-masing secara terpisah. Setelah bertemu dan berdiskusi, keduanya sepakat membangun usaha bersama dengan fokus pada penyediaan habitat yang lebih alami bagi berbagai jenis satwa peliharaan.

Kadal Red eyed crocodile skink/Crocskink (Tribolonotus gracilis) endemik Papua, pada terrarium yang di desain nyaman untuk reptil. (Foto: RRI/HE)

Selain menyediakan terarium dan aquascape, CO2 Realm juga menjual berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, tanaman aroid, hingga tanaman endemik dan langka. Beberapa koleksi yang dimiliki antara lain tanaman asal Madagaskar, pacipus, serta sejumlah jenis palem langka yang memiliki nilai konservasi tinggi.

Untuk harga, CO2 Realm menawarkan produk yang cukup beragam sesuai kebutuhan pelanggan. Terarium berukuran kecil dibanderol mulai Rp50 ribu, sedangkan produk berukuran besar dan bersifat kustom dapat mencapai lebih dari Rp5 juta. “Kalau pelanggan sudah memiliki akuarium di rumah, kami tinggal menyesuaikan konsep yang paling cocok. Tujuannya bukan hanya membuat tampilannya indah, tetapi juga memastikan hewan yang dipelihara merasa nyaman di dalam habitatnya,” katanya.

Tanaman hias aroid jenis alocasia. (Foto: RRI/HE)

Saat ini, aktivitas produksi CO2 Realm masih berpusat di Madugismo, tepatnya di wilayah utara Masjid Aceh, belakang toko bangunan TB Mekar Abadi. Lokasi tersebut difungsikan sebagai bengkel kerja untuk pembuatan aquascape, terarium, dan pengembangan berbagai media tanam yang digunakan dalam produk mereka.

Sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, CO2 Realm berencana menggelar workshop pembuatan terarium secara rutin mulai Juli mendatang. Kegiatan tersebut akan berlangsung setiap bulan di kawasan Gang Brojomusti, belakang Apartemen Merah. Peserta akan diajarkan mulai dari tahap dasar hingga memahami cara membangun ekosistem mini yang sehat dan mudah dirawat.

Terrarium mini pada kaca borosilikat dengan tanaman Jewel orchid, lumut, Moss hati dan buchephalandra. (Foto: RRI/HE)

Fauzi menilai salah satu keunggulan CO2 Realm dibanding usaha sejenis adalah latar belakang keilmuan yang dimiliki para pendirinya. Selain pengalaman Ovi di bidang satwa dan konservasi, Fauzi juga merupakan lulusan agroteknologi yang fokus pada pengembangan tanaman hias, tanaman kebun, hingga landscaping. Tidak hanya menjual produk, CO2 Realm juga memberikan pendampingan pascapenjualan melalui kunjungan dan pemantauan berkala terhadap kondisi terarium yang dibuat. “Tantangan terbesar saat ini adalah edukasi masyarakat. Banyak yang menganggap terarium sulit dirawat, padahal sebenarnya sederhana dan cenderung low maintenance. Kami ingin mengenalkan bahwa tanaman yang digunakan banyak yang bisa ditemukan di sekitar kita, seperti lumut dan pakis, sehingga siapa pun bisa membuat ekosistem mini dengan mudah,” ucapnya.

Ke depan, CO2 Realm menargetkan pembukaan outlet sendiri sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pet shop. Selain itu, mereka juga berkomitmen memperkenalkan lebih banyak tanaman endemik Indonesia kepada masyarakat.

Menurut Fauzi, kekayaan flora lokal memiliki potensi besar untuk kebutuhan landscaping dan konservasi, namun hingga kini masih kalah populer dibandingkan tanaman impor. Melalui berbagai program edukasi dan workshop, CO2 Realm berharap dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap satwa dan tanaman asli Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....