Sambal Bawang dengan Sentuhan Uleg Tangan begitu Nikmat
- 06 Mei 2026 22:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bagi pecinta kuliner pedas, sambal bukan sekadar pelengkap makan, melainkan "nyawa" di atas piring. Hal inilah yang ditangkap oleh Ela, seorang ibu rumah tangga kreatif dari Gang Pacar, Manisrenggo, Klaten. Di dapur sederhananya, ia meracik sambal bawang yang mudah dan rasanya yang mantap.
Meski banyak sambal kemasan pabrik beredar di pasaran, Ela tetap setia dengan cara tradisional. Menurutnya, rahasia kelezatan sambal bawang miliknya terletak pada kesederhanaan bahan dan proses pembuatannya.
"Sambal bawang itu sebenarnya siapapun bisa buat. Bahannya mudah dicari di pasar atau dapur sendiri. Tapi yang membedakan adalah rasanya kalau kita buat dengan hati," ujar Ela saat ditemui di kediamannya, Selasa, 5 Mei 2026.
Di tengah gempuran teknologi blender atau food processor, Ibu Ela menegaskan bahwa penggunaan cobek batu tidak bisa digantikan. Tekstur sambal yang diuleg kasar dengan tangan memberikan sensasi rasa yang jauh lebih gurih dibandingkan dengan mesin.
Menurut Ela Tekstur ulegan tangan menjaga serat cabai dan bawang tidak hancur total, sehingga mengeluarkan aroma alami yang lebih kuat.
"Kalau diuleg manual, minyak alami dari bawang dan cabai keluar dengan sempurna. Itu yang bikin rasanya lebih gurih dan nglawuhi (bikin nambah nasi, red)," katanya sambil tersenyum.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba di rumah, Ibu Ela tidak pelit berbagi tips. Kuncinya ada pada perbandingan jumlah bawang putih dan cabai rawit yang pas, serta penggunaan minyak panas sisa menggoreng ayam atau ikan untuk menyiram sambal yang baru saja diuleg.
Kegiatan Ela di Gang Pacar ini membuktikan bahwa dari dapur kecil di sudut Manisrenggo, seorang ibu rumah tangga bisa menciptakan kreasi yang dinikmati banyak orang. Selain untuk konsumsi keluarga, tak jarang tetangga sekitar ikut memesan sambal buatannya untuk acara hajatan atau sekadar pelengkap makan siang.
Bagi warga Klaten dan sekitarnya, harum bawang goreng dan pedasnya cabai dari dapur Ibu Ela kini menjadi simbol kehangatan rumah di Gang Pacar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....