Surel kepada Tuhan dalam Buku Ingatan Ikan-Ikan Karya Sasti Gaotama

  • 29 Apr 2026 20:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebuah buku karya penulis Sasti Gaotama yang terispirasi dari sebuah mitos, bahwa ikan mas koki hanya mampu mengingat selama tiga detik. Berkisah tentang seorang tokoh bernama Lian yang mengirim surel kepada Tuhan dan minta dikutuk menjadi ikan.

Dimulai dari Ombak, bocah loper koran yang besar di keluarga disfungsi di Solo. Bapaknya pemabuk, penjudi, dan oleh karenanya, pemarah. Ibunya kena getahnya. Kesabaran sang Ibu toh ada batasnya.

Suatu hari, usai pertengkaran hebat, Ibunya minggat dengan membawa serta Awan, adiknya Ombak. Dibesarkan jalanan tidak lantas membuat Ombak rendah diri.

Sebaliknya, ditempa kerasnya jalanan, cita-citanya pun sekokoh baja: jadi dokter. Untuk mencapainya, mula-mula dia mesti hidup dan untuk hidup, dia mesti mengikuti jejak sang Ibu: minggat dari rumah neraka yang dihuni lelaki dewasa tukang pukul. Ombak sengaja memilih SMK murah yang masuk siang sebab dia mesti mencukupi hidupnya sendiri; uang makan dan indekos ditanggungnya sendiri.

Selain loper koran, Ombak juga nyambi sebagai kuli panggul di kios beras di kompleks Pasar Legi. Di situ lah Ombak bertemu Lian.

Bagi Lian, ingatan adalah tawa manusia yang menjelma jarum-jarum menyakitkan. Bagi Ombak, ingatan adalah kaki-kaki sewarna arang dalam kantong hitam pada Kamis kelam sembilan delapan.

Bertahun-tahun kemudian, Penatu Binata hadir menawarkan jasa mencuci ingatan. Berkat itu, tak ada lagi mimpi-mimpi kelam, tak ada lagi tawa yang menyakitkan.

Sayangnya, Lian dan Ombak tak mengetahui bahwa ada kekuatan besar di balik Penatu Binata yang ingin meniadakan kenangan tentang hari itu.

Di novel ini, sejarah dituturkan dalam bentuknya yang paling intim: lewat trauma manusia dan proses pulihnya, lewat perjuangan untuk mengingat, dan lewat keyakinan bahwa hanya cinta yang bisa bertahan melawan lupa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....