Referensi Buku: “Final Chapternya: Kita Selesai” Karya Getar Krisna
- 15 Apr 2026 00:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Penerimaan. Sebuah kata yang sulit untuk dijalani bagi sebagian orang. Termasuk penerimaan akibat kehilangan seseorang yang disayang. Pengalaman reflektif inilah yang mendasari kak Getar Khrisna menulis “Final Chapternya, Kita Selesai.”
Melalui 164 halanan buku ini, kak Krisna, demikian sapaan akrab penulis, menuangkan pengalaman perpisahannya dengan kekasihnya. Penulis yang semula menjadi seseorang yang amat dicintai kekasihnya ini perlahan harus menerima kenyataan bahwa hubungannya harus dilepaskan.
Semula, penulis merasa ketakutan dan kesedihan saat ditinggalkan kekasihnya. Namun perlahan ia mampu mengusahakan sebuah kesadaran baru bahwa rasa cinta terhadap kekasihnya tak lagi menganggu kebahagiaannya.
Ada empat hal yang menjadikan buku ini layak dijadikan teman bacaan untuk seseorang yang sedang mengalami patah hati. Sekaligus sebagai pembelajaran agar mampu memberi ruang untuk mengakui kesedihan secara perlahan.
Pertama, kak Krisna menulis buku ini menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan komunikatif. Kata demi kata disusun sedekat mungkin dekat dengan pembaca melalui diksi yang menyentuh pengalaman batin terdalam. Pembaca tidak akan merasa digurui saat merenungkan pengalaman reflektifnya bersama penulis.
Kedua, melalui buku ini, pembaca diajak untuk sama-sama mengolah rasa kehilangan menjadi sebuah keikhlasan dan bagian yang wajar dalam proses kehidupan. Walaupun tidak mudah, karena begitu banyak pengalaman menyenangkan yang penulis dilalui saat bersama dengan kekasihnya. Pengalaman tersebutlah yang menjadikan penulis masih merindukan setiap manisnya cinta bersama kekasihnya.
Ketiga, buku ini mengajak pembaca berharap pada Yang Maha Kuasa agar diberi dalam diri kita. Pesan harapan tersebut menghadirkan penguatan emosional yang menenangkan hati.. Pesan harapan ini memberi penguatan emosional yang menenangkan.
Keempat, penulis menunjukkan bahwa untuk pulih dari kesedihan akibat kehilangan seseorang yang amat dicintai membutuhkan waktu yang perlahan. Perlu hati yang lapang untuk melepaskan dan menerima segala takdir yang Sang Pencipta berikan. Melalui bagian ini, pembaca dapat menemukan semangat untuk memulai “bab” baru dalam kehidupannya.
Secara keseluruhan, buku ini menghadirkan kisah perpisahan dengan seorang kekasih yang terasa intim dan reflektif. Penulis perlahan mempercayai dan menyadari, bahwa meksipun hubungannya berakhir, hidupnya harus terus berlanjut. Membaca buku ini serasa sedang berdialog dengan hati yang belajar merelakan hubungan yang tak bisa lagi bersama.(Kevin Ariel)

Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....