Olahraga Bebas Cedera, Begini Caranya
- 10 Apr 2026 18:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tata cara olahraga yang benar untuk mengindari cedera, hingga kini masih menjadi perdebatan di masyarakat. Perbedaan pandangan terutama mengenai urutannya, antara latihan kekuatan dengan cardio.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY Dr. Meiki Fredianto menyampaikan, sebaiknya latihan kekuatan dilakukan terlebih dahulu sebelum cardio. Hal ini jika tujuannya untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot.
”Latihan kekuatan butuh aktivasi neuromuskular yang optimal, serta energi tinggi.,” katanya, Jumat, 10 April 2026. ”Jika dilakukan setelah cardio intens, maka otot sudah mengalami kelelahan sehingga kualitas latihan justru jadi menurun.”
Urutan latihan yang benar tidak hanya memengaruhi performa, tetapi juga berkaitan langsung dengan risiko cedera. Melakukan cardio intens sebelum latihan kekuatan dapat menyebabkan kelelahan otot, menurunkan kontrol sendi.
”Serta meningkatkan risiko cedera seperti strain, sprain, atau cedera akibat penggunaan berlebih,” ujarnya. ”Namun, jika latihan kekuatan dilakukan dalam kondisi tubuh masih segar, stabilitas sendi dan kontrol gerakan menjadi lebih optimal.”
Ia juga menambahkan, cardio ringan tetap dianjurkan karena menjadi bagian dari pemanasan. Durasi idealnya antara 5–10 menit sebelum memulai latihan inti dan urutan latihan ideal, perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.
Misalkan untuk penurunan berat badan, kombinasi keduanya dapat dilakukan secara fleksibel. Namun, disarankan tetap mendahulukan strength training untuk menjaga massa otot, kemudian dilanjutkan dengan cardio untuk membakar kalori.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....