Untukmu Yang (Tak Sempat) Kumiliki, Sebuah Perayaan Kekalahan Cinta
- 07 Feb 2026 06:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Buku berjudul “Untukmu Yang (Tak Sempat) Kumiliki” menyajikan sebuah kisah romansa tentang kekalahan cinta yang patut dirayakan. Buku yang ditulis oleh Coretan Lena dan diterbitkan oleh Gradien Mediatama telah cetak ulang sebanyak empat kali karena menghadirkan sisi lain dari sebuah cinta yang tk bisa dimiliki bahkan sebelum kisah itu dimulai.
Buku ini adalah sebuah trilogi best seller dari beberapa buku yang sempat ditulis oleh Lena yaitu Aku Kalah, Aku Merindukanmu, dan Aku Kalah Dangan Orang Barumu. Dengan tagline yaitu "Dari Aku yang Kalah dalam Memenangkan Kita", buku setebal 164 halaman ini dicetak keempat kalinya pada September 2025 lalu.
"Aku pengen trilogi ini jadi kisah yang lengkap. Di buku yang pertama itu aku merayakan jenis cinta yang berhasil dimiliki tapi gagal. Nah aku pengen ini jadi pelengkap aja bahwa di dunia ini ternyata ada lho jenis cinta yang tulus tapi nggak bisa dimiliki,” ujar Lena dalam obrolan Jaga Malam Book Review bersama Pro2 RRI Yogyakarta pada Rabu, 4 Febuari pekan lalu.
Kisah di buku ini sejatinya berkisah tentang seseorang yang terjebak dalam Hubungan Tanpa Status (HTS). Menceritakan bagaimana tokoh aku yang hanya bisa mencintai tanpa memiliki. Yang harus merelakan sebuah hubungan selesai padahal belum dimulai dan memilih sadar bahwa mempertahankan hubungan tanpa kepastian hanyalah kesia-siaan.
"Aku sengaja menggunakan penyebutan aku dalam cerita ini agar para pembaca bisa merasa dialah yang menjadi tokoh utamanya dan ikut merasakan cinta yang tak bisa dimiliki ini. Aku juga menyajikan dengan prosa pendek yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat menjadi media pembaca untuk membahasakan perasaan yang dimiliki," kata Lena.
Terdapat 32 ilustrasi dan foto hitam putih yang menambah unsur estetika buku. Ada juga halaman aktivitas sebagai media journaling pembaca di mana mereka dapat ikut mencurahkan isi hatinya tentang cinta yang tak sempat dimiliki dan ini dimasukkan si bab terakhir buku ini.
"Biasanya kita hanya merayakan cinta ketika berhasil meraihnya kan tapi melalui buku ini,aku mengajak untuk juga merayakan kekalahan cinta yang berani melepas cinta itu pergi dan dengan tulus merelakannya.Mencintai tapi tak memiliki adalah bentuk cinta paling tulus, aku tetap mencintaimu walaupun aku tahu tidak bisa untuk memilikimu,” katanya.
Coretan Lena memiliki sebuah perlakuan yang unik terhadap dirinya dalam menulis buku ini. Walau kisah ini sangat menyayat hati, akan tetapi Lena menulis buku ini dengan hati yang tenang dan gembira.
Menurut Lena, menulis dengan hati yang gembira adalah sebuah kepuasan diri. Walau cerita ini dibungkus dengan kisah yang sangat menyayat hati, namun bisa dibawakan dalam pandangan yang berbeda.
Bagi Lena, anak muda saat ini lebih senang untuk mengambil langkah hubungan tanpa status dan sangat cerita ini sesuai dengan keadaan Gen Z saat ini.
"Aku nggak nyangka buku ini terjual 10.000 eksemplar. Aku hanya ingin semua orang tahu dan sadar bahwa semua cinta layak untuk dirayakan, menang ataupun kalah itu adalah sebuah perasaan yang paling jujur," ucap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....