Cinta Bertepuk Sebelah Mana, Pergulatan Hubungan Segitiga Gusti

  • 13 Nov 2025 21:38 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Penulis muda Dimas Abi kembali menarik perhatian pembaca melalui buku kelimanya yang berjudul “Cinta Bertepuk Sebelah Mana”. Buku ini mengangkat kisah dan refleksi seputar cinta yang tak berbalas dan zona teman dengan gaya penulisan ringan, humoris, namun tetap sarat makna.

Dimas Abi berhasil menyajikan sudut pandang segar tentang bagaimana seseorang menghadapi patah hati tanpa kehilangan semangat dan tawa.

“Intinya tentang kebingungan tokoh utama si Gusti ini untuk memilih antara sahabatnya atau crush-nya. Jadi diem-diem sahabatnya Gusti ini yang bernama Lian, memiliki perasaan ke Gusti, cuman Gusti ini nggak sadar dan sebenarnya punya wanita yang dia suka sejak dulu, sejak remaja yaitu Seruni,” ujar Dimas Abi kepada RRI dalam program Book Review pada Rabu (12/11/2025) malam, tentang konflik utama dalam buku yang ditulisnya.

Lebih lanjut Dimas mengisahkan, cerita yang ia tulis dalam bukunya terinspirasi dari hal-hal sederhana yang ada di sekitarnya dan tentang pilihan yang harus di ambil dalam kehidupan.

”Gusti adalah sosok pria yang awam tentang cinta tapi dicintai oleh si Lian dan dia mencintai Seruni. Jadi kalau digambarkan sebenarnya cinta segitiga, banyak intrik dan konfliknya, jadi memang kebimbangan si Gusti ini untuk memilih dan membaca hatinya sendiri sebenarnya,” ucapnya.

Kebimbangan ini yang membuat cerita ini semakin seru untuk dinikmati pembacanya dengan menyajikan cerita cewek-cewek tangguh dan sentuhan komedi yang segar.

”Contohnya misalkan tangguh disini bukan dalam artian badannya kekar, fisiknya kuat gitu ya. Tangguh di sini misalkan contohnya si Lian kan sudah bersahabat dengan Gusti sudah lama dari remaja dan selama itu dia menyimpan perasaannya. Kemudian si Seruni ini sosok yang dia memegang prinsip, jadi ketika dia punya prinsip itu dia benar-benar pegang teguh dan tidak mudah untuk digoyah,” kata dia.

Mengambil latar Tokyo dan Sleman ,Dimas memberikan jeda waktu kepada Gusti untuk melihat isi hatinya yang sebenarnya dan siapa pilihan hatinya ketika ia bertemu Seruni, orang yang dicintainya diam-diam di Jepang. Dengan alur flashback, Dimas menggambarkan kuatnya nuansa persahabatan antara Lian dan Gusti sehingga Gusti takut salah memilih dan melangkah.

“Memang ada beberapa hal yang coba saya sampaikan melalui cerita kayak misalkan bagaimana kita menghargai orang-orang yang selama ini menaruh perhatian kepada kita. Bagaimana kita menghargai pilihan-pilihan kita. Bagaimana kita menghargai nasihat orang lain yang sudah duluan mungkin atau punya pengalaman yang lebih banyak dari Gusti,” ucapnya, memaparkan.

Buku yang di tulis sejak tahun 2020 ini diterbitkan Gramedia di tahun 2025 mengalami mengalami banyak transformasi dari sisi substansi cerita, mayor maupun minor seperti judul, nama karakternya dan lokus cerita karena ingin menghadirkan unsur kelokalan dalan cerita.

“Ketika saya menulis buku ini, saya tuh buat strukturnya dulu sebelum saya nulis. Saya buat strukturnya segmen-segmennya bab-per babnya kira-kira isinya apa sih secara umum, nah jadi ketika strukturnya sudah terbentuk, saya enak nih untuk masukin karakternya, masukin adegan-adegan di sana, masukin kelucuan-kelucuan yang ada di sana jadi satu cerita yang seimbang,” kata Dimas.

Buku 263 halaman ini memberikan pesan tentang bagaimana kita bisa menentukan pilihan yang bijak dalam setiap momentum kehidupan. Bagaimana cinta yang tidak berbalas bisa membawa sebuah pengertian dan kematangan emosi bagi semua tokoh dalam cerita. (vemmie/ros)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....