Mengapa Film Horor Banyak Peminatnya?

  • 10 Nov 2025 16:05 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Antusiasme terhadap genre film horor di Indonesia identik dengan tema-tema cerita dan keyakinan lokal Indonesia.

Maka, dapat dikatakan perkembangan film horor Indonesia mayoritas mengangkat lokalitas masyarakat tentang kepercayaan yang dianut mengikuti perkembangan situasi budaya setiap dekadenya.

Dilansir dari unair.ac.id beberapa film horor lama di Indonesia yang menarik banyak perhatian antara lain Sundel Bolong, Jelangkung, Kuntilanak, hingga Hantu Jeruk Purut. Namun, setelah kesuksesan dari film-film tersebut, genre horor Indonesia kemudian dianggap sebelah mata karena cerita yang dibawakan lebih menonjolkan unsur seksual. Kini, film horor Indonesia kembali hadir menjadi genre yang banyak diminati setelah dilakukannya perubahan cerita dengan menghilangkan unsur seksualnya dan mengandalkan kekuatan cerita dan kecanggihan teknologi.

Beberapa alasan film horor diminati di Indonesia:

1. Kepercayaan akan Hal Mistis

Kepercayaan terhadap hal-hal gaib dan tak kasat mata masih hidup di banyak lapisan masyarakat, bahkan di era modern ini. Film horor menjadi medium yang pas untuk memvisualisasikan cerita-cerita mistis yang telah dikenal masyarakat sejak lama.

2. Pemuas Rasa Penasaran

Penonton film horor bisa melihat gambaran dunia gaib, ritual, atau kepercayaan tanpa perlu benar-benar terlibat atau merasakan langsung.

3. Memacu Adrenalin

Ketika menonton film horor, tubuh kita merespons ketakutan dengan memproduksi adrenalin sehingga meningkatkan detak jantung dan membuat kita merasa lebih waspada. Sensasi ini menghasilkan pengalaman yang menurut beberapa psikolog, bisa menjadi candu.

4. Nonton Bersama

Film horor memiliki efek berbeda saat ditonton bersama teman atau keluarga, di mana setiap orang bereaksi terhadap ketegangan dan ketakutan. Sering kali, ada momen-momen ketika penonton berteriak bersama atau saling menggenggam tangan, yang menciptakan pengalaman kolektif.

5. Efek Tren

Kesuksesan besar film horor tertentu dapat memicu tren dan memotivasi produser untuk membuat film serupa sehingga genre ini semakin mendominasi bioskop dan menarik lebih banyak penonton (Dina/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....