Berkenalan dengan Rayaka, Anak Autis dengan Segudang Prestasi Seni

  • 02 Nov 2025 16:14 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN,Yogyakarta: Seorang anak dengan autis Rayaka Agastya Wibowo berhasil mencuri perhatian publik berkat bakat melukisnya dan meraih banyak prestasi di dalam dan luar negeri. Beberapa lukisannya telah dipamerkan di galeri seni, lomba, dan pameran khusus untuk anak berkebutuhan khusus.

Meski memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi dan sosial, ia menunjukkan kemampuan kreatif melalui berbagai lukisan penuh warna dan ekspresi. Sehingga karya-karyanya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna dan emosi.

"Awalnya, sekitar usia 2 tahun, Rayaka sudah bisa memegang crayon dan sering minta digambarkan mobil atau kereta api. Lalu ia mulai membuat bentuk-bentuk kereta api sederhana,” ujar Sri Utami,ibu Rayaka yang selalu setia mendampingi dan mendukung anaknya kepada RRI pada Sabtu (1/11/2025) dalam Pameran Karya Seni Para Seniman Disabilitas di Kala Jumpa Cafe Aveta Hotel Malioboro.

Utami bercerita bahwa dalam tas Rayaka selalu tersedia buku gambar, crayon atau spidol. Sehingga kapanpun dan dimanapun Rayaka bisa menggambar. Bahkan buku-buku sekolah pun jadi sasaran, buku catatannya lebih banyak berisi gambar kereta api daripada pelajaran.

Rayaka yang pernah mengikuti Pameran Spectrum of Wonders, Lobby Bank Muamalat, Jakarta pada Oktober 2025 dan Pameran Dua Dekade Sekolah Tumbuh, JNM, Yogyakarta, 16-26 Oktober 2025 mulai tekun mengasah hobi menggambarnya sekitar awal tahun tahun 2022.

Ia mulai mencari guru lukis dan bertemulah dengan Andreas Wijaya, seniman lukis dan guru lukis ABK yang berdomisili di Yogyakarta. Rayaka pun fokus menggambar tiga kali seminggu dengan Andreas hingga saat ini. Pameran pertamanya adalah Suluh Sumurup bersama Jogja Disability Arts, di Galeri RJ Katamsi, ISI, Yogyakarta tahun 2022.

Sejak saat itu kepercayaan diri Rayaka mulai tumbuh, karena karyanya mulai dikenal. Setahun kemudian, Rayaka menggelar pameran tunggal 'Dunia Kereta Api Rayaka' di Stasiun Tugu Yogyakarta dan memamerkan 20 lebih karya gambarnya dalam HUT PT KAI 78, di bulan September-Oktober 2023.

Rayaka yang pernah bercita-cita ingin jadi masinis kereta api saat SMP dan selalu ingin menjadi pelukis dan seniman punya segudang prestasi seperti Pameran We Are World, International Children Art Exhibition 21-25 Agustus 2024, Yun Artfied Community Art Center, Jakarta Utara, ParaArt Tokyo 2024, 13-17 November 2024. Juga Pameran di Toshima Center Square, Tokyo, Japan, Pesona Austitik Indonesia- I'm Possible: Ekspresikan Dirimu, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Yogyakarta, 17- 23 Mei 2025.

Selain itu juga pernah berpartisipasi dalam Rantara, Disabilitas Berkarya dan Berdaya, Jogy Gallery Yogyakarta 3-7 Juli 2025, Jogya Move Art 2024, Tumpuk Tumpuk Undung Likalaku Session, 28 September-1 Oktober 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Serta Pameran Spectrum of Wonders, Lobby Bank Muamalat, Jakarta, Oktober 2025, Pameran Dua Dekade Sekolah Tumbuh, JNM, Yogyakarta, 16-26 Oktober 2025, Together Beyond, Aveta Hotel, 1-30 November 2025, dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 50 lebih gambar dan lukisan bertema kereta api yang dibuat Rayaka dan ia akan mengikuti Artworks International 2026, di Sheffield Museum, Inggris pada January 2026. Salah satu lukisan favoritnya adalah Robot Kereta Api yang ia buat tahun 2024 dan dipamerkan di Artjog.

Menurut Rayaka ini lukisan yang paling beda dan keren sehingga jadi favoritnya. Untuk menambah referensi, Ibu Rayaka sering mengajaknya ke berbagai pameran seni dan sering mengajaknya berdiskusi. Selain melukis kereta api, Rayaka juga seorang railfans dan selalu mengikuti perkembangan tentang perkeretaapian baik di Indonesia maupun luar negeri.

Selain melihat dari media sosial, Rayaka juga mempunyai buku-buku ensiklopedi hingga buku sejarah khusus kereta api. Ini jadi inspirasinya saat akan melukis atau menggambar.

“Rayaka juga sering minta ditemani hunting kereta api, baik di Stasiun Tugu atau di Stasiun Lempuyangan. Di sana dia akan asyik memandangi kereta datang dan pergi, dan melambaikan tangan pada para masinis,” ucap Utami.

Dijelaskan Utami, tantangan yang dihadapi biasanya saat kelelahan dan bosan, moodnya jadi terganggu. Biasanya Andreas akan menawarkan menggambar obyek lain, sebagai selingan misalnya mobil atau bus.

Selain itu, biar semangat, Rayaka sering melukis di tempat-tempat yang memang dekat dengan rel kereta api. Ada beberapa cafe yang sering jadi tempat melukisnya, karena di sana dia bisa melihat kereta api berlalu lalang dan itu membuatnya langsung bersemangat lagi. (vem/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....