Komunitas Sepeda Gunung, Pacu Adrenalin di Alam Bebas
- 01 Nov 2025 16:08 WIB
- Yogyakarta
KBRN,Yogyakarta: Di tengah meningkatnya tren olahraga luar ruang, komunitas sepeda gunung menjadi salah satu wadah bagi para pencinta tantangan dan alam bebas. Dengan medan yang beragam seperti pegunungan, hutan, dan jalur berbatu, para pecinta sepeda gunung tidak hanya berolahraga, tetapi juga menguji keberanian serta kemampuan mengendalikan diri.
Setiap kayuhan membawa sensasi tersendiri, memacu adrenalin sekaligus menghadirkan kepuasan saat berhasil menaklukkan rute-rute ekstrem. Selain itu, aktivitas ini turut mempererat persaudaraan antar anggota komunitas yang memiliki semangat petualang yang sama.
“Jadi lebih ke menikmati alam sesuai dengan kondisi aslinya, di situ kami healing ke alam dengan cara bersepeda, ada adrenalin yang terpacu sehingga asyiknya beda dibanding bersepeda di jalan raya atau di kampung-kampung itu kan," ujar Hajar Pamundi, anggota komunitas MTB Trail kepada RRI dalam Obrolan Komunitas pada Kamis (30/10/2025).
Di gunung tidak ada jalan lurus, track alami dengan semak belukar. Para pesepeda juga harus melewati akar dan bebatuan. "Di situlah justru apa ya tantangannya ya, serunya ya. Kami bisa menikmati alam dan kami harus fokus, belajar fokus,” katanya.
Dijelaskan Hajar yang sudah belasan tahun aktif bersepeda bahwa ketika di gunung para pesepeda bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Mereka juga bisa unjuk kemampuan dan menjaga keseimbangan ketika beraksi di alam bebas yang medannya tidak terduga.
"Teman-teman pesepeda yang sudah terpacu adrenalinnya terus memiliki jiwa kompetisi bisa ikutan jalur prestasi, ada timnya juga kami namanya Osada Team. Jadi kalau kejuaraan downhill itu berpartisipasi juga,” kata Hajar tentang kegiatan-kegiatan di komunitas sepedanya yang berasal dari lintas kalangan.
Hajar menyampaikan bahwa ia dan teman-teman sudah menaklukan beberapa gunung di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali. ”Di Yogyakarta ada namanya Klangon Bikepark, Turgo Bikepark, ada juga Jurangjero Bikepark di Magelang. Semuanya di lereng Merapi," ujarnya.
Di sekitar Jawa Barat ada di Gunung Galunggung, Bandung. Kemudian Jawa Timur di sekitar Bromo. "Terus sekitar-sekitar sini Jawa Tengah karena dari Yogyakarta kami pakai kendaraan dulu, loading baru di lokasi itu kami sepedaan,” ucap Hajar.
Dijelaskan Hajar, karakter dan kesulitan masing-masing gunung yang dijajalnya memiliki jalur berbeda-beda. Namun, yang paling sulit adalah Gunung Bromo.
”Karena jalurnya berpasir itu ya, nanti tergantung juga dengan cuaca kalau misalnya habis hujan ada jalur air, lebih licin dan ini ya lebih mental tanahnya kalau kami lewati agak susah ya dan bisa jatuh, tetapi itu juga sudah kami persiapkan degan memakai protektor juga di tangan, di kaki, itu yang mengurangi risikolah,” kata Hajar.
Ada banyak tempat di Indonesia yang ingin dikunjungi Hajar dengan sepedanya seperti daerah di Indonesia Timur dan Sumatera. Hingga ke luar negeri seperti di Nepal dan New Zealand.
Tidak hanya sekadar hobi, bersepeda gunung juga menjadi sarana untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental. Menyatu dengan alam sambil melintasi jalur terjal membuat pikiran lebih segar. Dengan semangat sportivitas dan kepedulian terhadap alam, komunitas sepeda gunung kini menjadi simbol gaya hidup sehat dan mencintai alam Indonesia. (vem/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....