Forum Lingkungan Pecinta Alam Lereng Merapi Lestarikan Anggrek
- 26 Okt 2025 22:40 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Forum Lingkungan Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL Palem Kepuharjo) lestarikan Suaka Anggrek Nusantara di kawasan lereng selatan Gunung Merapi, Padukuhan Batur, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Dilaunching pada 18 Juni 2021lalu, suaka anggrek Nusantara FPL Palem ini memiliki sekitar 500-an speccies anggrek se-Yogyakarta dan Nusantara.
“Kita juga membangun suaka anggrek spesies Nusantara yang kita kumpulkan disitu anggrek-anggrek dari seluruh Nusantara. Harapannya nanti bisa full dari setiap daerah yang ada di Indonesia ataupun yang masuk kawasan Nusantara dahulu ada keterwakilan disitu,”Warjana selaku Ketua Forum Lingkungan Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL Palem Kepuharjo) kepada RRI dalam Obrolan Komunitalks pada kamis (23/10/2025).
Dijelaskan Warjana, di Indonesia ada sekitar dua puluh lima ribu species anggrek yang berbeda dan FPL Palem Kepuharjo mendirikan konservasi Anggrek spesies Nusantara untuk melestarikan tanaman berbunga Anggrek. “Suaka anggreknya di buka un tuk umum,yang ingin tahu tentang anggrek bisa langsung datang berkunjung ya dan untuk yang mau tahu tentang anggrek sampai budidayanya, nanti ada guide yang disiapkan dan bisa bayar antara 60-70 rb per orang,”ucap Warjana.
Warjana menyampaikan bahwa para pengunjung bisa membeli berbagai tanaman anggrek di suaka anggrek lereng Merapi tapi tidak di bisa dibawa pulang melainkan tetap ditanam di suaka anggrek. ”Itu bisa beli tapi ditanam disitu,sistemnya adopsi jadi setiap setengah tahun atau 3 bulan kita kirim foto ini perkembangannya seperti ini karena gini, tanaman langka kan perawatannya juga susah takutnya yang kita lepas itu nanti mati kan sudah hilang satu jadi semakin langka,”kata Warjana.
Vanda tricolor var. suavis forma Merapi adalah adalah anggrek primadona yang memiliki warna bunga yang sangat khas dan menarik perhatian. Bunga anggrek ini umumnya berwarna putih dengan corak totol ungu kemerahan atau merah bata pada bagian dalam kelopak dan sepalnya. Bagian bibir bunga (labellum) biasanya berwarna ungu muda atau merah muda terang, dengan variasi warna yang dapat terjadi tergantung pada kondisi lingkungan dan faktor genetiknya.
Anggrek ini dikenal memiliki aroma khas yang harum, terutama pada pagi hari, dan sering ditemukan di kawasan lereng selatan Gunung Merapi namun habitat alami anggrek ini terancam akibat erupsi gunung berapi dan kebakaran hutan, sehingga upaya konservasi melalui budidaya dan penelitian sangat penting untuk menjaga kelestariannya.
“ Ada peneliti yang sudah meneliti anggrek tersebut , kalau cuma kena awan panas dia tidak mati, kalau awan panas bentar ia akan membangkitkan gennya atau hormonnya dan di dalam anggrek tersebut untuk semakin berkembang bukan punah .Karena saya ada beberapa spesies anggrek di tempat kami yang karena terlalu panas sedikit sudah mati atau kena air banyak mati tapi Vanda tricolor var. suavis forma Merapi ini daya tahannya kuat, imunnya oke ,bunganya wangi,”ujar Waryana.
Bagi yang ingin membeli dan mengadopsi tanaman bunga anggrek, dihargai100 sampai 250 tergantung jenisnya, semakin langka maka semakin mahal. “Kita akan bangun spesies Nusantara itu menempelnya bisa disitu atau di pohon dekat visitor center bisa, jadi akan kita label nama,alamat aslinya terus kita akan kirim foto perkembangannya seperti apa, kalau sudah berbunga kita kirim fotonya dan kita akan kasih ini kayak semacam sertifikat adapter,” ujar Warjana.
Di kawasan lereng Gunung Merapi, terdapat beragam spesies anggrek yang tumbuh secara alami dan menjadi bagian penting dari ekosistem lokal dan sedang dalam upaya konservasi selain Wanda tricolor var. suavis forma Merapi seperti Cymbidium ensifolium,anggrek ini memiliki daun panjang dan sempit, serta bunga yang harum dan tumbuh di hutan tropis pegunungan, termasuk di lereng Merapi. Spesies ini juga menjadi fokus konservasi karena terancam punah.
Ada juga Dendrobium mutabile dimana anggrek epifit ini memiliki bunga yang berubah warna seiring waktu. Ditemukan di hutan pegunungan tropis, termasuk di kawasan Merapi. Ada juga Eria hyacinthoides,anggrek kecil ini tumbuh menempel pada batang pohon di hutan tropis pegunungan dan ditemukan di kawasan Merapi dan menjadi bagian dari upaya konservasi anggrek endemik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....