Komunitas Sawokecik Gaungkan Gaya Hidup Sadar Sampah

  • 22 Okt 2025 22:30 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Komunitas Sawokecik terus menggaungkan gaya hidup sadar sampah melalui kegiatan upcycling yang kreatif dan ramah lingkungan. Mereka mengajak masyarakat untuk mengubah sampah menjadi barang bernilai guna, seperti tas, berbagai hiasan dan perabot rumah tangga.

Dengan pendekatan ini, komunitas tidak hanya mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga memberikan inspirasia agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sehari-hari.Sawokecik aktif mengadakan workshop dan kampanye edukasi tentang pentingnya memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Sawokecik itu dari dua kata bahasa Sanskerta yaitu Sarwo sama becik yang artinya selalu membawa kebaikan, kita harapannya selalu membawa kebaikan untuk masyarakat lingkungan.Jadi kita miliki visi untuk sebanyak mungkin kita mengurangi sampah plastik yang ada di lingkungan sekaligus kita juga memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar kita untuk meningkatkan tarif ekonomi," ujar Dikko Andrey Kurniawan, Founder Komunitas SawoKecik kepada RRI pada Kamis (16/10/2025) pekan lalu.

Komunitas Sawokecik Recycle yang beralamat di Desa Srigading, Sanden, Bantul Yogyakarta merupakan usaha sosial yang bergerak dalam bidang daur ulang sampah plastiik berdiri sejak tahun 2021. "Jadinya kita berusaha mendaur ulang sampah tersebut menjadi produk-produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual lebih kayak gitu sekaligus kita juga dapat memberdayakan ibu-ibu sekitar," ucap Dikko.

Pengolahan sampah dilakukan dengan dua cara yaitu molding (pencetakan), proses mengubah limbah plastik atau material lain menjadi produk baru melalui proses pencetakan ulang setelah dicairkan atau dipanaskan, kemudian dimasukkan ke dalam cetakan (mold) untuk dibentuk menjadi benda baru. Ada juga pengolahan sampah dengan cara tenun daur ulang sampah plastik yaitu metode kreatif dan berkelanjutan untuk mengolah limbah terutama sampah plastik kresek, kain bekas, pita kaset, bungkus makanan, kain perca atau bahan fleksibel lainnya dengan cara dianyam atau ditenun menjadi produk kerajinan baru atau tekstil baru yang bermanfaat.

"Namanya sampah plastik yang keras-keras kayak tutup botol, botol plastik itu dicacah dulu baru dilebur nanti jadi gelan,casing HP ,gantungan kunci dan lain-lain kayak gitu .Terus yang kedua bungkus plastik kayak gitu kita ubah jadi tenun daur ulang sampah plastik , nah itu kita jadikan plastik itu menjadi sebuah benang dulu kemudian ditenun oleh ibu-ibu jadi tas dan berbagai produk lainnya," ujar Dikko.

Dalam satu meter tenun daur ulang dapat mengurangi 30 -50 sampah bungkus plastik, jika diasumsikan satu bungkus plastik 8 gram berarti satu meter membutuhkan 240-400 gram dan dalam satu bulan dapat membuat 15-20 meter tenun daur ulang sehingga dapat mengurangi sampah sebanyak 3,6-4,8 kg. Inovasi tenun daur ulang sampah plastik merupakan inovasi pertama di Indonesia pengolahan sampah plastik di tenun, maka Sawokecik akan mengurus Hak kekayaan intelektual dan paten untuk melindungi kekayaan intelektual Sawokecik. (vemmie/ros)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....