Relawan Aktif Terlibat Majukan Museum Kolong Tangga

  • 22 Okt 2025 16:46 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN,Yogyakarta: Sejumlah relawan aktif menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung kegiatan di Museum Kolong Tangga, sebuah ruang edukatif dan kreatif yang berlokasi di Yogyakarta. Para relawan ini secara sukarela terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari mendampingi anak-anak dalam workshop seni dan budaya, hingga membantu perawatan koleksi museum yang sarat nilai edukatif karena kepedulian terhadap pendidikan anak dan pelestarian budaya lokal.

"Saya terjun menjadi relawan di museum mainan dan pendidikan alternatif ini, ketika masih kuliah semester akhir. Jadi, ketika skripsi, kan kegiatan kuliahnya udah mulai berkurang .Saya mengisi kekosongan itu dengan menjadi relawan, karena saya juga sebenarnya interest pada dunia anak-anak, sepertinya ketika itu pas momennya, ada rekrutmen menjadi relawan, lalu saya masuk, " kata Riandito Hariadi, salah satu relawan Museum Kolong Tangga yang masih aktif meskipun tidak lagi tinggal di Yogyakarta kepada RRI pada Kamis (18/10/2025).

Dito sapaan akrabnya, bercerita bahwa ia bergabung sejak tahun 2015 sampai tahun 2019 dan pernah dipercayakan menjadi koordinator Perpustakaan Burung Biru. “Dulu setelah pindah dari Taman Budaya, kami sempat ke Tirtodipuran, ke sebuah studio seni yang diampu oleh Pak Rudy Corens (pendiri Museum Kolong Tangga), di perpustakaan itu, anak-anak tidak hanya datang untuk membaca, tetapi banyak kegiatan lainnya yang mengajak mereka mengembangkan keterampilan. Kegiatan itu dilakukan setiap Sabtu, dan temanya sendiri biasanya dari objek-objek yang ada di museum misalkan celengan. Nah kami bukan hanya membahas sejarah dan fungsi celengan, tetapi anak-anak diajak mempelajari bahan dan cara membuatnya," ucap Dito.

Dijelaskan Dito, meskipun saat ini ia tinggal di Makassar, tapi sebisa mungkin terus berkontribusi dalam diskusi dan pembahasan program-program museum. "Secara posisi Dito tidak tinggal di Yogyakarta lagi, tetapi masih diakui sebagai relawan Kolong Tangga dan sering berdiskusi dengan relawan lainnya melalui WhatsApp grup," ujar Redy, rekan relawan yang saat ini mengepalai Museum Kolong Tangga ketika hadir bersama Dito sebagai narasumber acara KomuniTalks di Pro2 RRI Yogyakarta.

Meskipun beberapa relawan tidak selalu bisa hadir secara fisik, tetapi di antara mereka ada yang rutin menyumbangkan waktu di akhir pekan. Hal ini untuk memastikan program-program museum tetap hidup dan menarik bagi pengunjung. Keberadaan para relawan ini, menjadi bukti kontribusi mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam menjadikan Museum Kolong Tangga sebagai ruang tumbuh yang inklusif dan inspiratif bagi anak-anak dari berbagai latar belakang dan para relawan selalu siap berkontribusi demi keberadaan Museum Kolong Tangga. (Vem/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....