Tips Merawat Tanaman Sukulen

  • 20 Okt 2025 15:31 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Tahukah Anda sukulen? Tanaman ini populer karena mudah dirawat, tahan kekeringan, dan memiliki beragam bentuk, warna, serta tekstur yang menarik untuk dekorasi interior rumah atau kantor. Sukulen juga dapat memurnikan udara. Istilah sukulen mengacu pada tanaman apapun yang memiliki kemampuan adaptasi untuk bertahan hidup di lingkungan gersang dan panas.

Dilansir dari digitani.ipb.ac.id beberap tips merawat sukulen:

1. Cahaya yang cukup

Sukulen menyukai cahaya dan umumnya membutuhkan sekitar 6 jam tiap harinya. Beberapa jenis sukulen membutuhkan kondisi cahaya yang rendah, seperti lidah buaya (Aloe), lidah mertua (Sansevieria), dan Haworthia. Sukulen yang memiliki warna cerah akan tumbuh paling baik di lingkungan dengan cahaya matahari langsung.

2. Drainase yang baik

Sukulen tidak menyukai tanah yang tergenang air karena berakibat membusuk. Pastikan pot memiliki lubang drainase untuk memungkinkan kelebihan air keluar. Disarankan memilih pot yang berbahan tanah liat, seperti pot terakota.

3. Penyiraman yang tepat

Sebaiknya penyiraman sukulen dilakukan setiap 2-3 minggu. Penyiraman dapat dilakukan lebih sering pada kondisi paparan cahaya matahari yang tinggi dan lebih jarang pada paparan cahaya matahari yang rendah. Menentukan waktu penyiraman dapat dilakukan dengan cara manual yaitu menggunakan jari. Jika 3 cm (sekitar 1,5-2 ruas jari orang dewasa) tanah teratas kering, maka saatnya untuk menyiram.

4. Memutar posisi sukulen

Meskipun sukulen menyukai cahaya matahari langsung, namun terus-menerus berada pada posisi yang sama bukanlah hal yang baik. Secara alami, sukulen tumbuh condong ke arah matahari. Sukulen yang hanya mendapatkan cukup cahaya pada satu sisinya dapat menyebabkan sukulen tersebut tumbuh condong ke satu sisi. Memutar atau mengubah posisi sukulen akan menjaganya tetap berdiri tegak.

5. Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Beberapa OPT yang sering menyerang sukulen adalah kutu putih (mealybug), serangga sisik, tungau, dan cendawan penyebab busuk seperti Rhizoctonia dan Helminthosporius. OPT dapat mengganggu pertumbuhan sukulen pada setiap fase pertumbuhan.

6. Bersabar

Untuk melihat perubahan pada sukulen butuh waktu yang cukup lama, sehingga perlu kesabaran untuk menunggu dan merawatnya. Meskipun tumbuh lambat, salah satu kelebihan sukulen adalah umurnya yang panjang, sehingga dengan perawatan yang tepat sukulen dapat hidup hingga bertahun-tahun. (dina/ros)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....