Kisah Inspiratif Penghobi Sepeda Ekstrem
- 18 Okt 2025 05:41 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Olahraga memiliki peranan penting dalam menjaga kebugaran tubuh manusia. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, tubuh akan mudah terserang penyakit dan kehilangan vitalitas. Bagi sebagian orang, olahraga bukan sekadar rutinitas, melainkan gaya hidup dan sumber kepuasan batin.
Hal inilah yang dirasakan oleh Andika Pratama, atau yang akrab disapa Kobo, seorang penghobi sepeda asal Wonosobo yang telah menekuni hobinya sejak tahun 2018.
Sudah tujuh tahun lamanya Kobo menggeluti dunia bersepeda. Ia mengaku, motivasinya sederhana, karena bersepeda adalah olahraga yang fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja tanpa perlu arena khusus. “Sepeda itu bisa langsung dijalankan dari rumah. Tidak butuh sirkuit, tidak butuh tim, cukup kemauan dan ketahanan,” ujarnya.
Dari sinilah kecintaannya tumbuh, hingga membawanya terjun dalam dunia ultracycling, olahraga ekstrem yang menuntut pesepeda menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda panjang. Salah satu tantangan terbesar yang pernah ia taklukkan adalah event Audax 1000 kilometer, rute yang membentang dari Yogyakarta, Gunungkidul, Jawa Timur, hingga kembali lagi ke Yogyakarta melalui Sragen dan Salatiga.
Perjalanan sejauh itu ditempuh Kobo dalam waktu dua setengah hari tanpa bantuan pendamping. “Semuanya harus mandiri, mulai dari logistik, makanan, hingga istirahat. Tidak boleh ada yang mengikuti dari belakang,” katanya.
Dari 70 peserta, hanya sebagian yang berhasil mencapai garis akhir sesuai batas waktu yang ditentukan. Dalam menghadapi tantangan ekstrem ini, Kobo tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga manajemen energi dan nutrisi.
Ia menyiapkan kebutuhan kalori dengan cermat, menghindari makanan berminyak, serta mengandalkan kurma sebagai sumber energi cepat. “Kalori dari kurma itu paling mudah diserap tubuh. Saya biasa makan di setiap 5km, kalau untuk makan berat biasanya per 100 - 150km, setelah hampir enam jam bersepeda,” ucapnya.
Ketelitian ini menjadi kunci agar tubuh tidak mengalami bonking kondisi ketika energi benar-benar habis hingga tubuh tidak mampu melanjutkan kayuhan. Meski hanya menganggap dirinya sebagai penghobi, bukan atlet profesional, semangat Kobo layak diacungi jempol. Baginya, kepuasan sejati bukan berasal dari piala atau hadiah, melainkan dari proses menaklukkan batas diri.
“Kalau ultracycling, yang dicari bukan juara, tapi rasa puas saat berhasil finish,” katanya.
Kini, Kobo terus berpartisipasi dalam berbagai event sepeda, berbagi pengalaman, dan menginspirasi banyak orang untuk tetap bergerak dan menjaga kesehatan melalui olahraga. Karena bagi Kobo, bersepeda bukan sekadar hobi tetapi cara untuk merawat jiwa dan raga. (Aan/Katon/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....