Surclas Tattoo, Ruang Ekspresi Seni di Tengah Kota

  • 13 Okt 2025 20:47 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Di tengah hiruk-pikuk kawasan Yogyakarta, terdapat sebuah ruang ekspresi seni tubuh yang memadukan profesionalitas, kenyamanan, dan makna personal. Tempat itu bernama Surclas Tattoo & Piercing Studio, yang beralamat di Jalan Tirtamarta RT 03 RW 044 No.73 Gemawang Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Berdiri sejak 2013, studio ini dikelola oleh Jathy Pradipta, seorang seniman berlatar pendidikan Desain Komunikasi Visual (DKV) dari Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang memiliki kecintaan mendalam terhadap seni dan budaya. Nama Surclas sendiri terinspirasi dari budaya Meksiko, yang menurutnya, memiliki semangat kebebasan dan ekspresi yang sejalan dengan filosofi seni tattoo.

Dalam menjalankan studionya, Jathy mengutamakan kualitas dan kenyamanan. Ia hanya menerima maksimal tiga pelanggan setiap hari agar setiap pengerjaan tattoo maupun body piercing dilakukan dengan penuh ketelitian. “Saya ingin hasilnya maksimal, tidak terburu-buru, dan pelanggan merasa puas baik secara fisik maupun emosional,” ujarnya. Studio ini juga dikenal memberikan pengalaman yang berbeda bagi setiap pelanggan, karena selain mendapatkan karya seni di kulit, mereka juga menemukan suasana yang hangat untuk berbagi cerita dan emosi di balik tattoo yang dipilih.

Menariknya, sekitar 80 persen pelanggan Surclas Tattoo adalah perempuan, baik dari kalangan lokal maupun mancanegara. Desain tattoo bisa dipesan sesuai keinginan pelanggan, bahkan mereka diperbolehkan membawa gambar sendiri. Namun, jika desain tersebut diambil dari internet, Jathy selalu melakukan redesain ulang. “Saya menghargai karya orang lain. Lebih baik hasil karya orisinal, karena tato itu juga karya seni yang punya nilai,” katanya.

Dari sisi tarif, Surclas Tattoo & Piercing Studio menetapkan harga mulai dari Rp 500 ribu untuk tattoo yang cukup kecil, tergantung tingkat kerumitan dan ukuran desain. Proses pengerjaan tatto kecil memakan waktu sekitar 15–20 menit, sementara persiapan desain serta alat & bahan menjadi bagian yang paling penting. Saat ini, seluruh perlengkapan tattoo sudah menggunakan mesin tattoo wireless & mesin stencil, sehingga pengerjaan lebih efisien dan detail. Studio ini buka setiap hari pukul 12.00–20.00 WIB, kecuali hari Minggu yang digunakan sebagai hari libur untuk istirahat. Menariknya lagi, tersedia kafe kecil di area studio untuk menemani pelanggan atau pengantar yang menunggu proses tattoo selesai.

Lebih dari sekadar tempat membuat tattoo, Surclas Tattoo & Piercing Studio telah menjadi ruang terapi bagi sebagian orang. Ada pelanggan yang datang untuk mengabadikan kenangan, ada pula yang menjadikan tatto sebagai bentuk pelepasan emosi. “Ada yang datang ke sini bukan hanya untuk bergambar di kulit, tapi juga untuk menenangkan hati. Bahkan, beberapa sampai tertidur saat proses tatto karena merasa rileks,” ucap Jathy. Dengan pendekatan seni dan empati, Surclas Tattoo menjadi bukti bahwa tato bukan sekadar gaya hidup, melainkan media ekspresi diri yang penuh makna dan nilai estetika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....