Sebanyak 250 Peserta Taklukkan Polygon Bikepackers 2025

  • 10 Okt 2025 22:54 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Kulon Progo: Panasnya tanah Tinalah tak menyurutkan semangat ratusan peserta yang ikut beradu stamina di Polygon Bikepackers 2025, salah satu ajang gravel-adventure paling unik di Indonesia. Digelar pada 27–28 September 2025, perayaan ini bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia, menjadikan suasana di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, semakin meriah dan penuh semangat petualangan.

Mengusung tema “Bikepackers Escape”, kegiatan ini memadukan dua keseruan dalam satu momen, bersepeda lintas alam dan berkemah semalam di bawah langit Jogja. Sebanyak 250 peserta dari berbagai daerah beradu taktik dan tenaga menaklukkan lintasan berbukit, sawah, dan sungai khas Tinalah yang memesona.

Project Manager Bikepackers sekaligus Brand Activation Polygon Bikes, Nurul Ilmi, menjelaskan bahwa tema escape menggambarkan pelarian dari rutinitas yang padat.

“Escape berarti pelarian, waktu bagi pesepeda untuk keluar dari rutinitas, sekaligus bentuk pelarian kami untuk menghadirkan pengalaman baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ilmi.

Selain menjelajahi alam, Polygon Bikepackers tahun ini juga menghadirkan empat bintang tamu utama: Agam Rinjani, Arsal Bahtiar, Misbahuddin, dan Teuku Islahuddin. Mereka dikenal luas sebagai petualang, pendaki, dan pesepeda jarak jauh yang kerap menginspirasi generasi muda lewat ekspedisi dan semangat mencintai alam Indonesia.

Agam Rinjani, pemandu sekaligus relawan di Gunung Rinjani, menceritakan pengalamannya sebagai wujud kecintaannya terhadap alam Indonesia.

“Rinjani punya semua keindahan dan karakter gunung. Mau savana seperti Merbabu? Ada. Mau danau seperti Semeru? Ada juga,” ujarnya.

Salah satu yang membuat Bikepackers 2025 semakin menantang adalah sistem orienteering yang menuntut peserta mencari jalur dan titik checkpoint sendiri. Bekerja sama dengan 5500 by Rute Syahdu, kategori Individual Adventurer harus menemukan tujuh checkpoint dengan total jarak 35 kilometer dan elevasi 650 meter.

“Tantangannya adalah bagaimana peserta tidak nyasar dengan rute yang mereka buat sendiri,” kata Yoan Narotama, pendiri 5500.

Peserta Polygon Bikepackers 2025 menembus jalur sungai di kawasan Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo. (Foto: Bikepackers)

Sementara itu, kategori Family Explorer menawarkan tantangan yang lebih ringan namun tetap seru. Peserta keluarga harus menyelesaikan misi bersama anak-anak seperti mewarnai sepeda, bermain gasing, dakon, hingga egrang. Aktivitas ini dirancang untuk membangun ikatan antara orang tua dan anak melalui permainan tradisional yang dikemas dalam semangat petualangan.

Peserta juga mendapatkan pengalaman edukatif dari Misbahuddin, influencer outdoor asal Makassar.

“Ini pertama kali saya ikut Bikepackers. Tenda, sepeda, dan rasa penasaran ternyata kombinasi yang bikin ketagihan. Semangat petualangannya benar-benar terasa,” katanya.

Selain keseruan bersepeda dan berkemah, acara ini juga menyampaikan pesan pelestarian lingkungan. Kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon dan aksi bersih sampah, tradisi yang selalu menjadi bagian dari Bikepackers.

Sejalan dengan visi yang dibangun sejak pertama kali acara Bikepackers ini didirikan, yaitu menjadi jawaban bagi penggiat petualang yang jenuh atas rutinitas pasca masa pembatasan sosial COVID 19. Bikepackers terus dikembangkan untuk bisa menjawab tantangan masyarakat yang mudah jenuh pada pola kegiatan yang selalu sama. (sur/kat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....