Eksistensi dari Tujuh Seniman Lintas Negara, New Artspace

  • 05 Sep 2025 07:51 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Pameran Seni Rupa dari 7 Seniman lintas negara yang digelar mulai 27 Agustus – 10 Oktober 2025 bertempat di New Artspace Yogyakarta, pameran ini menampilkan karya- karya dari Arik Siswoyo HS (Taiwan), Alberto Feliciano Puchita (Argentina) dan beberapa Seniman Indonesia seperti Ari Lancor, Adhik Kristiantoro, Deden FG, Mouna, dan Syahrizal Pahlevi.

Pameran yang bertajuk “Resist of Reduction”, ini menurut Kurator Aak Nurjaman bahwa pameran ini merefleksikan sikap para seniman dalam mempertahankan eksistensi dan karakter personal di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi nalar sains modern.

"Bagi mereka, seni hadir bukan sekadar sebagai ekspresi estetis, melainkan juga sebagai kritik, refleksi, serta ruang perlawanan terhadap penyederhanaan makna kehidupan yang kerap dilakukan oleh sistem teknokratis", ucap Aak kepada RRI pada Kamis (4/3/2025).

Aak menambahkan bahwa melalui "Resist of Reduction", ketujuh seniman mengajak publik untuk merenungkan kembali nilai, perasaan, dan imajinasi yang terancam hilang oleh derasnya logika teknosains.Dalam berbagai karya yang dipamerkan, publik akan menemukan beragam ekspresi seperti ekspresi pembebasan melalui karya Ari Lancor dan Alberto Feliciano Puchita, yang menyingkap hasrat kebebasan batin serta permainan logika antara sains dan seni.

Rahasia Alam dan Penerimaan Sosial lewat karya Adhik Kristiantoro, Arik Siswoyo HS, dan Deden FG, yang menggali kembali akar budaya, keseharian, serta refleksi identitas di tengah arus perubahan zaman.Filosofi Spiritual melalui karya Mouna dan Syahrizal Pahlevi, yang menghidupkan kembali ruang kontemplatif seni kaligrafi, simbol kosmologi, serta konsepsi garis imajiner Yogyakarta.

Kuratorial pameran ini menekankan bahwa seni bukan sekadar ornamen, tetapi berfungsi sebagai testimoni dan evaluasi terhadap peradaban teknokratis hari ini. Seni mampu melukiskan apa yang luput dari jangkauan analisis ilmiah menyentuh kesadaran imajinasi dan perasaan manusia dalam menghadapi perubahan besar di era global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....