Menanam Anggrek: Hobi Estetis Berubah Bisnis Menguntungkan
- 10 Jun 2025 15:16 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Hobi menanam dan merawat anggrek tidak hanya memberikan kepuasan batin dan keindahan estetika, tetapi juga berpotensi menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Anggrek termasuk tanaman hias yang memiliki nilai jual tinggi dan permintaan pasar yang cukup stabil. Dengan pemahaman yang baik tentang perawatan, budidaya, dan pemasaran, hobi ini dapat berkembang menjadi usaha komersial yang menguntungkan.
Seperti halnya Endri dari Dusun Tegal Sumberharjo Tempel Sleman owner Griya Anggrek Tegal, memulai usaha anggreknya dari hobi dengan bermodalkan dua setengah juta rupiah dengan membeli bibit botolan sebanyak 2 botol kemudian disemai sendiri, ternyata dapat berkembang dan menjadi lahan yang mendatangkan cuan. Di masa pandemi Covid-19, Vina memulai usahanya dan berkembang hingga saat ini.
/nnwuw66rh6wz166.jpeg)
Koleksi anggrek bulan di Griya Anggrek Tegal. (Foto:RRI/Rini)
”Awal mula saya baru sedikit, soalnya kan baru nyoba nyoba toh. Terus dengan berkembangnya terus nambah-nambah kayak gitu. Awalnya saya buka dari botolan itu, modalnya cuma sedikit, cuma Rp2,5 juta kemudian saya bibitkan sendiri. Saya besarkan terlebih dahulu dan saat itu belum buka usaha seperti saat ini. Tapi selanjutnya saya beli yang sudah jadi kok banyak peminatnya,” ucapnya.
Diakui Endri,keberlanjutan usaha penjualan anggreknya ini untuk mencari bibit bibit yang bagus dengan melakukan survey ke beberapa petani besar seperti Ekakarya, Sentral Wilis dan lainnya sehingga saat ini sudah mempunyai pemasok petani anggrek.
”Awalnya ya saya masih survey tidak hanya ambil dari satu tempat saja, lama-lama sudah diantar ke sini, seperti dari Eka karya, Sentral Wilis dan lain-lain. Soalnya setiap hari kan ada yang beli. Dan kalau menanam dari awal ini cukup lama, jadi saya juga beli yang sudah agak besar, tinggal membesarkan dan menunggu berbunga, seperti anggrek bulan, namun untuk dendro saya ambil dari kecil,” kata Endri kepada RRI,Sabtu (7/6/2025).
/80mf8dihs31edro.jpeg)
Koleksi anggrek dendrodium di Griya Anggrek Tegal. (Foto:RRI/Rini)
Untuk harga bervariasi tergantung jenisnya, seperti anggrek dendrodium keriting bisa mencapai satu juta rupiah karena perawatanya cukup lama dari sedling hingga berbunga memakan waktu satu setengah tahun. Sementara peminat nya lebih banyak pemesannya dari kantor kantor.
”Kalau dendro keriting itu dari sedling sampai berbunga lamanya satu setengah tahun, kalau dendro keriting itu harganya ada yang 300 ribu, satu juta, dan yang termurah 200 ribu. Untuk peminatnya antara dendro dan anggek bulan hampir sama. Tapi kebanyakan pemesannya dari kantor kantor,” ujarnya.
Diakui Endri, untuk perawatan anggrek sebenarnya tidak terlalu sulit yang terpenting dijaga adalah kelembabannya, dengan penyiraman juga diatur seminggu cukup dua kali. Sementara untuk anggrek bulan tidak boleh terkena matahari langsung.
”Perawatan sebenarnya tidak susah, kalau anggrek bulan itu lebih lama untuk berbunganya, tapi kalau sirkulasinya bagus dari pasca sampai berbunga memakan waktu dua sampai tiga bulan,” ucapnya.
/vs4hu7fufmic1qm.jpeg)
Anakan anggrek di Griya Anggrek Tegal (Foto:RRI/Rini)
Menurut Endri, bunga angrek bulan akan lebih tahan lama bila sirkulasi udara bagus, banyak angin dan lembab. Yang terpenting kita yang merawatnya dengan hati senang, lama kelamaan akan terlihat hasilnya.
”Kalau Anggrek Bulan itu saya menyiramnya sepekan dua kali, itu pas pemupukan di hari Senin saya kasih yang akar daun, dan hari Minggu saya kasih pupuk bunga,” ujarnya, mengakhiri.
Usaha Endri, yang berawal dari kesenangan alias hobi menanam anggrek kini berkembang menjadi usaha produktif yang menghasilkan keuntungan nyata. Anda mau mencoba? Tak ada salahnya berbagi pengalaman dengan sesama penghobis anggrek. (rini/atang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....