Yogi Suganda Pelukis Tuli Riau di SSAF

  • 23 Mei 2025 23:22 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: RRI Yogyakarta berkesempatan mewawancarai Yogi Suganda Siregar, seorang pelukis tuli asal Siak Sri Indrapura, Riau, saat mengikuti pameran SSAF di Taman Budaya, pada 15-23 Mei 2025 dengan dibantu penterjemah dari salah satu panitia SSAF.

Diungkapkan Yogi rata rata hasil lukisannya pernah terjual 10 hingga 50 juta rupiah. Awal mula dirinya gemar melukis sudah muncul sejak kecil. Saat itu yang menjadi media lukis nya bukan kertas namun batu-batu kali yang sering di lukis, kemudian dinding rumah juga menjadi pelampiasan hobi melukis.

Setelah ayahnya meninggal dunia, rumah menjadi berantakan dan terlihat kotor dengan adanya coretan didinding rumahnya, sehingga dirinya merasa malu, dan akhirnya sempat tidak melukis lagi, sampai masuk sekolah SD, mulai melukis dengan media kertas. Namun karena masuk ke sekolah umum dan menggunakan media verbal dirinya sempat merasa kesulitan.

Walau demikian sejak di SD, setiap tanding olahraga di tingkat provinsi, Yogi pasti bawa piala. Ia senang olahraga bulu tangkis, renang, dan sepakbola.

Yogi belajar di sekolah umum hingga kelas 4 SD. Ketika Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai buka di Siak Sri Indrapura, orang tuanya kemudian memindahkannya ke sekolah tersebut, namun dengan syarat harus mengulang dari kelas 1 SD.

Yogi mulai serius mengikuti lomba melukis saat ia duduk di bangku kelas 3 SD. Dan setelah lulus dari SD, melanjutkan sekolah di SLB khusus di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur. Menginjak SMA, Yogi masuk sekolah berasrama di D.I. Yogyakarta berlajut kuliah di ISI jurusan Seni Lukis.

Perjalanan melukis dinikmati Yogi semenjak duduk di bangku SMA, lukisannya sudah mulai terjual bahkan diakui saat ini rata-rata lukisannya terjual sampai Rp. 10 juta untuk DIY, di Jakarta bisa menembus Rp. 50 juta. Hasil lukisannya cukup banyak bahkan beberapa diantara karyanya juga ada yang direcykle dengan sentuhan kuas yang lebih artistik.

Diakui Yogi, dirinya juga menerima lukisan sketsa wajah dengan kisaran harga Rp. 1 juta hingga Rp.2 juta. Hoby Yogi tidak hanya di seni lukis saja, namun dirinya juga gemar fotografi dan olah raga renang.

Diakui Yogi keterbatasan dirinya, menjadikannya selalu bersyukur kepada Allah, sehingga kini tetap semangat menularkan ilmu melukisnya kepada anak-anak yang juga berkebutuhan khusus. (Rini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....