Zaman, Zaman Genap Satu Dekade dalam Format Vinyl

  • 18 Sep 2026 08:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Album studio kedua The Trees & The Wild, Zaman, Zaman, tepat berusia satu dekade pada 16 September 2026. Album yang pertama kali dirilis pada 16 September 2016 tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan musikal grup asal Indonesia itu, sekaligus menunjukkan keberanian mereka mengeksplorasi batas musik melalui perpaduan experimental indie-rock dan ambient yang atmosferik.

Perayaan satu dekade album tersebut ditandai dengan listening session vinyl Zaman, Zaman yang digelar secara intim di Tujuhari Coffee, Grand Wijaya, Jakarta Selatan, pada 16 September 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri para penggemar serta rekan-rekan media yang diajak kembali menyelami materi album secara utuh.

Sepuluh tahun setelah pertama kali diperkenalkan kepada publik, Zaman, Zaman kini hadir dalam format piringan hitam 2 x LP dengan kecepatan 33 1/3 RPM. Rilisan fisik tersebut diproduksi melalui kolaborasi The Trees & The Wild bersama label rekaman demajors, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pendengar dalam menikmati karya tersebut.

Album Zaman, Zaman memuat sejumlah lagu yang hingga kini menjadi bagian penting dari katalog The Trees & The Wild, antara lain “Saija”, “Zaman, Zaman”, dan “Empati Tamako”. Materi musik di dalam album tidak semata mengandalkan struktur lagu, tetapi juga mengedepankan atmosfer, tekstur, serta perjalanan bunyi yang menjadi karakter tersendiri dalam karya mereka.

Dari aspek produksi, album ini mendapatkan sentuhan mastering dari Bo Korden, seorang engineer yang telah menangani berbagai rilisan di ranah musik elektronik. Sejumlah karya dari musisi seperti Caribou, Moderat, dan Ryuichi Sakamoto tercatat pernah mendapat penanganan mastering darinya. Kehadiran Bo Korden turut memperkuat karakter sonik Zaman, Zaman yang kaya lapisan dan detail.

Bagi The Trees & The Wild, penerbitan album dalam format vinyl memiliki arti tersendiri. Frontman The Trees & The Wild, Remedy, mengatakan format fisik tersebut menjadi salah satu pencapaian penting, terlebih karena proses produksinya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan demajors. “Kami sangat senang akhirnya album Zaman, Zaman dapat hadir dalam format fisik melalui rilisan piringan hitam. Sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi kami, terlebih karena proses ini dapat terwujud melalui kolaborasi dengan demajors,” ujar Remedy.

Menurut Remedy, konsep piringan hitam sebenarnya telah menjadi salah satu pertimbangan sejak proses awal penggarapan album. Pertimbangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan musik, tetapi juga mencakup aspek visual, artwork, hingga desain cover sleeve. Karena itu, kolaborasi dengan demajors dinilai berjalan selaras dengan visi yang telah dibangun sejak awal.

“Sejak awal proses penggarapan album, format piringan hitam sudah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merancang musik, artwork, hingga desain cover sleeve. Karena itu, ketika kesempatan untuk bekerja sama dengan demajors hadir, prosesnya terasa sangat lancar dan sejalan dengan visi yang sejak awal kami bangun untuk album ini,” ucap Remedy.

Kehadiran kembali Zaman, Zaman dalam format vinyl menjadi penanda perjalanan satu dekade album tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi pendengar untuk menikmati karya The Trees & The Wild dengan pengalaman mendengarkan yang berbeda. Vinyl 2 x LP tersebut dibanderol Rp550.000 dan dapat diperoleh melalui situs resmi demajors. Remedy berharap rilisan ini dapat menghadirkan pengalaman baru sekaligus membuat pendengar menikmati Zaman, Zaman secara lebih utuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....