Gym Sarung di Pameran Tunggal Abdi Karya

  • 25 Agt 2026 13:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Para pengunjung Eleven Gallery Yogyakarta, mencoba langsung karya seni berupa alat hybrid olahraga sekaligus alat tenun berbahan kayu dilapisi aneka motif kain sarung Nusantara. Instalasi unik tersebut dibuat Abdi Karya, dalam karya pameran yang digelar dari 23 Agustus hingga Oktober 2026 mendatang.

Abdi Karya merupakan seorang seniman pertunjukan kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan yang saat ini tinggal di Yogyakarta. Dalam karyanya itu, Abdi menggabungkan dua aktivitas yang terkesan berseberangan, yaitu olahraga gym dan tradisi menenun sarung khas Bugis.

Ide kreatifnya itu berangkat dari kenangan masa kecil bersama keluarganya. Yaitu mendiang sang ayah yang merupakan guru olahraga, serta mendiang ibu dan nenek sebagai pembuat sarung tenun.

”Saya menemukan relasi yang kuat di keduanya, bahwa aktivitas olahraga nge-gym dan menenun sarung itu punya kaitan,” katanya saat pembukaan pameran, Minggu, 23 Agustus 2026. ”Baik di Gym maupun menenun sarung, ada aktivitas mengangkat, mendorong dan seterusnya.”

Tajriani Thalib, seorang seniman perempuan asli Mandar Sulawesi Barat menyanyikan Elong Piondo, sambil memainkan ayunan bayi dari sarung. Elong Piondo merupakan lagu pengantar tidur untuk menidurkan bayi, yang ia bawakan dalam Pameran Mens Sarung in Corpore Sano. (Foto: RRI/Wahyu Suryo)

Dalam pameran tunggal bertajuk Mens Sarung in Corpore Sano ini, Abdi Karya sengaja membiarkan para pengunjung menyentuh instalasi seni yang ia buat. Aktor dan sastrawan Indonesia, Whani Darmawan, sangat terkesan dengan karya yang dipamerkan.

”Sarung ini bagi saya sekarang ini mengembalikan orang kembali ke dalam proses hidup kesehariannya,” ucapnya. ”Aktivitas nge-gym sebetulnya itu sebagai salah satu bentuk olahraga, karena sebetulnya aktivitas sehari-hari itu juga dipenuhi olahraga.”

Melalui karya kreatifnya, seniman pertunjukan Abdi Karya ingin mendobrak sekat antara pengunjung dan karya seni, sebab ruang interaksi yang terbangun di antara keduanya menjadi sebuah pelengkap dalam pameran tersebut.

Sedangkan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr. Irwandi saat membuka pameran Mens Sarung In Corpore Sano, mengaku tertarik saat melihat eksplorasi ide yang ditampilkan. Yaitu sarung yang dimaknai secara berbeda.

”Sarung itu kan kalau di Sulawesi selain untuk pakaian juga bisa digunakan untuk berbagai hal,” katanya. ”Tapi baru kali ini saya lihat yang dikaitkan dengan olahraga.”

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Dr. Irwandi (kedua dari kanan), saat menghadiri pembukaan pameran Mens Sarung in Corpore Sano di Eleven Galery. Rektor sedang berjabat tangan dengan Abdi Karya (Foto: RRI/Wahyu Suryo)

Keunikan tema yang diangkat Abdi Karya dalam pameran kali ini, membuat pengelola Eleven Galery tertarik untuk bekerjasama, melalui program Project 11. Kurator pameran Dewi Sartika Bukit hanya butuh waktu satu bulan menyiapkan pameran.

”Abdi keluar dengan ide yang menurut kita eh menarik ya, agak interesting-lah, cute, beautiful, gitu,” katanya. ”Kayak bisa ya ngebuat idenya dari dari sarung gitu.”

Sebelum tampil di pameran tunggal Mens Sarung in Corpore Sano, Abdi Karya sempat menampilkan karya bertema sarung di event Bienalle Jogja beberapa waktu lalu. Bahkan menurut Dewi, karya Abdi saat itu dikoleksi Owner Eleven Galery.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....