Demi Peran Pencopet, Iqbaal Ramadhan Berguru ke Pesulap Pickpocket

  • 25 Agt 2026 13:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA — Demi menampilkan akting meyakinkan sebagai seorang pencopet bernama Ijal dalam film terbaru Operasi Pesta Copet, aktor Iqbaal Ramadhan rela menjalani pelatihan intensif (workshop) bersama pesulap profesional bergenre pickpocket. Tak sekadar berakting drama, Iqbaal dituntut menguasai keterampilan mencopet nyata dalam satu gerakan presisi agar terlihat alamiah di mata penonton.

Pengalaman unik tersebut dibagikan Iqbaal saat hadir dalam acara temu media film Operasi Pesta Copet yang berlangsung di Sahid Hotel and Convention Yogyakarta pada Selasa, 25 Agustus 2026. "Kesulitan besarnya adalah harus bisa benar-benar nyopet dalam satu gerakan sehingga penonton percaya. Kami belajar bagaimana pola pikir pencopet muncul, lalu masuk ke keterampilan teknis bagaimana cara mencopet," katanya di hadapan awak media di Yogyakarta.

Dalam proses latihannya, tim produksi bahkan membekali para pemain dengan ponsel tiruan untuk dilatih diambil hanya menggunakan dua jari. Tingkat kemahiran Iqbaal dalam menguasai teknik tersebut bahkan mengejutkan tim di lokasi syuting.

"Itu proses yang sangat berharga karena harus menguasai teknik itu sampai di titik di mana pas syuting, asisten sutradara justru minta gerakannya dipelankan karena terlalu cepat untuk ditangkap oleh kamera," ucapnya.

Film Operasi Pesta Copet yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis, 27 Agustus 2026 merupakan karya debut sutradara Edy Khemod bersama produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, serta Iqbaal Ramadhan. Diproduksi oleh Imajinari berkolaborasi dengan Boss Creator dan Angin Segar, film bergenre heist drama comedy ini terinspirasi dari maraknya fenomena aksi pencopetan di festival musik.

Sutradara Edy Khemod membeberkan bahwa alur cerita film ini memang dikemas sangat dekat dengan kehidupan anak muda perkotaan. Selain mengandalkan aksi drama, film ini menyajikan porsi humor yang diperhitungkan secara matang lewat pengawasan komedian Andi Wijaya yang karib disapa Awwe sebagai konsultan komedi.

Aktris Zulfa Maharani mengaku sempat merasa tertekan karena harus beradu peran dengan Kristo Immanuel yang sudah terbiasa dengan ranah komedi. "Tantangan terbesar aku memang di komedi. Ada tekanan karena disandingkan dengan Kristo, tapi ada konsultan komedi Bang Awwe yang sangat membantu untuk penempatan komedi," ujarnya.

Pemeran lain, Kawai Labiba, menceritakan bahwa kekompakan di antara empat pemeran utama terbangun secara alami melalui interaksi terbuka selama proses latihan. "Bersyukur karena rasanya membangun keterikatan tidak butuh banyak usaha keras. Kami sama-sama terbuka, saling diskusi, dan bermain gim bersama," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....