Jakal Design Map, Cara Baru Menjelajahi Ruang Kreatif di Jalan Kaliurang

  • 21 Agt 2026 13:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Keseluruhan program Jakal Design Week (JDW) yang tersebar di berbagai titik sepanjang Jalan Kaliurang, Sleman, terangkum dalam Jakal Design Map. Platform berbasis web tersebut diluncurkan bersamaan dengan pembukaan JDW pada Kamis 20 Agustus 2026, dan menjadi panduan utama bagi masyarakat untuk menjelajahi berbagai program kreatif selama penyelenggaraan JDW hingga 5 September 2026.

Jakal Design Map menghadirkan informasi mengenai lokasi venue, program, dan berbagai aktivitas, mulai dari pameran, diskusi, lokakarya, hingga pop-up event yang tersebar di sepanjang koridor Jalan Kaliurang.

Salah satu inisiator JDW dari Agny, Adityo Gayuh Laksono, mengatakan, keberadaan berbagai ruang kreatif di Jalan Kaliurang menjadi alasan pihaknya mengembangkan peta digital tersebut. Menurutnya, sejumlah kafe dan ruang kreatif di kawasan Jalan Kaliurang selama ini telah aktif menggelar berbagai kegiatan, namun belum seluruhnya terdokumentasi dan terpetakan.

“Banyak sekali di Jalan Kaliurang kafe-kafe kecil yang sering mengadakan paparan kecil, mengajak diskusi. Bahkan teman-teman asosiasi desain grafis Jogja sering mengadakan WFC bersama di coffee shop,” katanya saat ditemui disela kegiatan.

Ia menjelaskan, para pelaku kreatif tersebut kemudian diajak untuk berkolaborasi dan mendaftarkan kegiatan mereka agar dapat masuk dalam Jakal Design Map. Dari proses tersebut, jumlah ruang dan kegiatan yang terdata terus bertambah.

Hingga saat ini, tercatat hampir 200 aktivasi telah terhimpun dalam rangkaian JDW. “Per hari ini (20 Agustus) ada sekitar 190-an. Tadi pagi 180-an, siang sudah 192. Mungkin sore saya cek HP sudah hampir 200,” ujarnya.

Jakal Design Map dikembangkan dalam bentuk digital dan fisik. Untuk versi digital, masyarakat cukup mengakses laman JDW melalui pemindaian kode QR tanpa perlu mengunduh aplikasi. Platform tersebut dirancang menyerupai sistem navigasi peta digital sehingga pengguna dapat melihat lokasi dan program yang berlangsung di berbagai titik Jalan Kaliurang.

Selain peta digital, JDW juga menyediakan peta fisik yang adir dalam delapan versi yang melibatkan delapan ilustrator dan seniman untuk membuat desain sampul. Peta fisik juga dilengkapi konsep travel map yang memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari lokasi-lokasi yang dikunjungi selama mengikuti rangkaian JDW.

Sementara itu, inisiator JDW, Alfatika Aunuriella Dini yang mewakili GIK UGM, mengatakan penyelenggaraan JDW berangkat dari gagasan bahwa interaksi dapat melahirkan inovasi dan kreativitas.

Berbagai interaksi yang terbangun selama Jakal Design Week diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan karya yang solutif serta memberikan dampak bagi masyarakat di kawasan Jalan Kaliurang maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Harapannya, interaksi-interaksi yang ada selama Jakal Design Week itu bisa menghasilkan sesuatu yang solutif dan juga berdampak untuk warga masyarakat Jakal dan DIY,” ucapnya berharap.

Kegiatan yang diinisiasi oleh enam entitas kreatif di sepanjang Jalan Kaliurang, yakni Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Pulang ke Uttara, Agny, Buku Akik, Mypro Komunika, dan Suara Dewandaru, ini menjadi wadah kolaborasi ruang dan komunitas kreatif, mulai dari akademik, galeri seni, kedai kopi hingga toko buku, melalui berbagai kegiatan seperti pameran, diskusi, pementasan, dan lokakarya.

JDW juga berupaya memperkuat ekosistem kreatif sekaligus meneguhkan Jalan Kaliurang sebagai koridor kreatif yang terhubung, berkembang, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....