Malam Tirakatan HUT ke-81 RI, Warga Rejosari Sleman Pererat Kerukunan

  • 17 Agt 2026 11:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Warga Perumahan Rejosari, Jalan Kaliurang Km 10, Ngalangan, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar malam tirakatan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat persatuan di lingkungan perumahan.

Ketua Perumahan Rejosari, Supriyanto, menyampaikan warga terus menjaga kerukunan, saling menghargai, serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan. (Foto: RRI/HE)

Ketua Perumahan Rejosari Supriyanto menyampaikan bahwa malam tirakatan menjadi salah satu bentuk rasa syukur sekaligus kesempatan untuk kembali menguatkan semangat kemerdekaan. Menurutnya, kekompakan warga dalam mengikuti kegiatan bersama merupakan hal yang patut dipertahankan, mengingat membangun kedekatan emosional di lingkungan perumahan tidak selalu mudah.

Supriyanto menilai kebersamaan warga Perumahan Rejosari telah terbangun dengan baik melalui berbagai kegiatan bersama. Ia mengapresiasi partisipasi warga, termasuk ibu-ibu yang turut menyiapkan beragam makanan secara berkelompok sehingga suasana malam tirakatan semakin meriah.

"Yang kita alami di perumahan ini, rasa kebersamaan itu tidak berkurang. Kita menjadi satu kesatuan, menjadi keluarga besar Perumahan Rejosari," ujarnya.

Selain mempererat hubungan antarwarga, Supriyanto mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan menjaga kerukunan, saling menghargai, serta menaati kesepakatan yang telah dibuat bersama. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, melainkan juga melalui kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

"Kerukunan di antara kita ini terus perlu dijaga. Kita harus saling merasakan dan saling menghargai di antara warga perumahan ini," katanya.

Supriyanto juga mengingatkan agar nilai kejujuran dan tanggung jawab diterapkan sejak lingkungan terkecil. Ia menyinggung persoalan korupsi yang terjadi di tingkat lebih luas sebagai pelajaran agar masyarakat tidak meniru perilaku yang merugikan bangsa. Menurutnya, upaya mengisi kemerdekaan dapat dimulai dari lingkungan RT dan RW dengan membangun budaya gotong royong, transparansi, serta kepedulian terhadap sesama.

Ketua RT 006, Pungkas, mengapresiasi kekompakan warga dan berharap kebersamaan yang telah terjalin dapat terus terjaga dari tahun ke tahun. (Foto: RRI/HE)

Ketua RW 043 Saniyo mengajak warga untuk terus menjaga kebersamaan dan sesekali menggelar kegiatan yang dapat mempertemukan warga dalam lingkup yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya peringatan 17 Agustus dilaksanakan secara bersama dalam satu padukuhan, sedangkan tahun ini pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing RW.

Saniyo juga menyampaikan apresiasi kepada warga Perumahan Rejosari yang telah memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan peringatan kemerdekaan di lingkungan RW 043.

"Saya mengucapkan terima kasih sekali atas bantuannya kepada Bapak-Ibu di Perumahan Rejosari. Sekali lagi saya mengapresiasi kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi bersama tetangga dan marilah kita jaga kebersamaan seperti ini," katanya.

Saniyo menekankan bahwa kebersamaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti saling menyapa dan saling memberikan senyum kepada tetangga. Menurutnya, interaksi sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang rukun dan penuh kepedulian.

"Jadi saling menyapa dan saling senyum, itu kata Pak Ustadz sudah sedekah, sudah dapat pahala," ujarnya.

Ketua RW 043, Saniyo, mengajak warga terus menjaga silaturahmi, saling menyapa, dan memperkuat kebersamaan demi lingkungan yang guyup dan rukun. (Foto: RRI/HE)

Sementara itu, Ketua RT 006 Pungkas turut mengapresiasi pelaksanaan malam tirakatan yang dinilainya mampu memperkuat kekompakan warga. Sebagai ketua RT yang relatif baru, Pungkas mengaku belum mengenal seluruh warga secara dekat, tetapi ia melihat semangat kebersamaan sudah terbangun dengan baik.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bisa kompak. Saya kemarin melihat, walaupun sedikit tapi kompak. Mudah-mudahan terus berlangsung setiap tahun," ujarnya.

Anak-anak Perumahan Rejosari antusias menanti momen pembagian hadiah dalam malam tirakatan HUT ke-81 RI. (Foto: RRI/HE)

Kemeriahan malam tirakatan turut dirasakan anak-anak Perumahan Rejosari. Salah seorang anak warga, Osean, mengaku senang dapat berkumpul bersama teman-temannya dalam kegiatan tersebut. Baginya, malam tirakatan menjadi momen yang dinantikan karena tidak hanya menghadirkan kesempatan bermain dan berkumpul, melainkan juga berbagai jajanan serta pembagian hadiah yang membuat acara semakin menarik.

"Saya senang sekali bisa kumpul bareng teman-teman. Acara malam tirakatan ini yang kami tunggu-tunggu karena ada momen pembagian hadiah dan banyak jajanan juga," ucap Osean.

Malam tirakatan warga Perumahan Rejosari berlangsung penuh keakraban. (Foto: RRI/HE)

Kegiatan malam tirakatan kemudian ditutup dengan suasana kekeluargaan dan kebersamaan warga. Selain rangkaian acara peringatan kemerdekaan, warga juga terus didorong untuk menjaga lingkungan melalui kegiatan penghijauan dan perawatan tanaman di sekitar perumahan. Semangat gotong royong tersebut diharapkan dapat terus tumbuh sehingga Perumahan Rejosari tidak hanya menjadi tempat tinggal, melainkan juga lingkungan yang guyub, rukun, nyaman, dan penuh kepedulian antarwarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....