Cinema Visit Film Istimewa Sapa Penonton XXI Yogyakarta

  • 17 Agt 2026 10:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Setelah menyambangi Bandung, Semarang, dan Solo, perjalanan film Istimewa kembali berlanjut melalui rangkaian cinema visit yang kali ini berlangsung di Empire XXI Yogyakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Kehadiran para pemain menjadi kesempatan bagi penonton untuk bertemu langsung sekaligus mendengarkan pengalaman mereka selama terlibat dalam film yang mengangkat kisah keluarga, persahabatan, penerimaan, dan kehidupan anak-anak dengan disabilitas.

Cinema visit di Yogyakarta menghadirkan sejumlah pemain, yakni Yanni Melwani, Prija Iska atau Priijay, Bambang Ceper, dan Rein. Mereka berbagi cerita mengenai proses produksi hingga respons masyarakat terhadap film yang mengikuti perjalanan anak-anak Rumah Istimewa dalam mencari sosok ayah yang menjadi tempat mereka pulang.

Suasana semakin emosional dengan hadirnya Tami Aulia, penyanyi yang membawakan original soundtrack Istimewa berjudul "Ayah Kau Istimewa". Lagu tersebut melengkapi perjalanan cerita film dengan menghadirkan nuansa kasih sayang, kehilangan, serta kerinduan terhadap sosok ayah. Kehadiran Tami sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi penonton setelah menyaksikan film di layar lebar.

Antusiasme penonton terasa hangat saat menyambut perjalanan film Istimewa. (Foto: Dok. Film Istimewa Official)

Hal serupa disampaikan Prija Iska atau Priijay yang memandang Istimewa bukan sekadar film tentang perjalanan anak-anak, melainkan juga media untuk membangun pemahaman antarmanusia. Menurutnya, pesan yang dibawa film diharapkan tidak berhenti ketika penonton meninggalkan ruang bioskop.

"Buat saya, Istimewa bukan hanya tentang perjalanan anak-anak di dalam film, tapi juga tentang bagaimana kita belajar memahami orang lain. Semoga penonton bisa membawa rasa dan pesan itu setelah keluar dari bioskop," katanya.

Pesan mengenai penerimaan dan kesetaraan tersebut juga menjadi semangat yang terus dibawa produser Istimewa Abdullah Mansuri yang dikenal sebagai Pak Mansuri atau Ayah Mans. Ia berharap film produksi Kairos Film tersebut tidak hanya menjadi hiburan, melainkan mampu mendorong penonton mengubah cara pandang terhadap orang-orang yang memiliki kondisi berbeda.

"Yang saya harapkan sederhana, setelah menonton Istimewa kita bisa pulang dengan cara melihat yang sedikit berbeda. Jangan hanya melihat teman-teman Istimewa dari kondisi mereka, tapi lihat manusia dan segala hal baik yang ada di dalam dirinya. Kalau itu mulai terjadi, berarti film ini sudah melakukan sesuatu," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pesan yang dibawa Istimewa sejatinya tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang hidup berdampingan dengan penyandang disabilitas, melainkan kepada semua orang. Setiap individu memiliki kekurangan, perjalanan, perjuangan, dan keistimewaan masing-masing sehingga perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk merendahkan seseorang.

"Kita semua punya kekurangan dan perjalanan masing-masing. Jadi jangan sampai kita merasa seseorang lebih rendah hanya karena punya kondisi yang berbeda. Pada akhirnya, setiap orang punya sesuatu yang membuat dirinya istimewa," ucapnya.

Penonton tak hanya menikmati kisah tentang keluarga dan persahabatan, tetapi juga diajak memahami arti penerimaan, empati, dan inklusivitas. (Foto: Dok. Film Istimewa Official)

Bagi Yanni Melwani, pertemuan langsung dengan penonton di berbagai kota menjadi bagian penting dalam perjalanan Istimewa. Ia menilai respons penonton menunjukkan bahwa cerita yang dihadirkan film mampu membuka ruang untuk melihat teman-teman dengan disabilitas secara lebih dekat, bukan semata dari keterbatasan yang dimiliki.

"Senang sekali bisa bertemu langsung dengan penonton dan melihat respons mereka setelah menonton Istimewa. Semoga setelah film ini, semakin banyak orang yang melihat teman-teman Istimewa bukan dari keterbatasannya, tetapi dari pribadi, mimpi, dan kemampuan yang mereka punya," ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Tami Aulia melalui lagu "Ayah Kau Istimewa" memberikan lapisan emosional tersendiri dalam perjalanan film. Lagu tersebut menggambarkan sosok ayah sebagai tempat pulang sekaligus menjadi penguat hubungan emosional antara anak dan orang yang mereka cintai.

"Buat saya, 'Ayah Kau Istimewa' adalah lagu yang sangat dekat dengan cerita filmnya. Ada rasa sayang, kehilangan, dan kerinduan kepada sosok Ayah di dalamnya. Saya berharap lagu ini bisa ikut membawa penonton merasakan emosi yang sama setelah menyaksikan Istimewa," ujarnya.

Melalui rangkaian cinema visit, Istimewa berupaya memperluas percakapan mengenai penerimaan, empati, dan inklusivitas kepada masyarakat. Film ini mengisahkan lima anak dengan disabilitas yang tinggal sebagai keluarga di Rumah Istimewa bersama Pak Mahendra, sosok ayah penuh kasih, serta Mbak Kinan yang setia merawat mereka. Ketika ayah divonis kanker dan memilih pergi diam-diam, kelima anak tersebut nekat melakukan perjalanan untuk mencarinya hingga menghadapi berbagai rintangan, persahabatan, kehilangan, serta menemukan kembali makna keluarga.

Film garapan sutradara Ruben Adrian dan diproduseri Abdullah Mansuri ini bergenre drama keluarga untuk semua umur dengan durasi 1 jam 59 menit. Istimewa akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Melalui kisah tersebut, film ini mengajak penonton memahami bahwa keistimewaan tidak hanya melekat pada mereka yang terlihat berbeda, melainkan hadir dalam setiap manusia melalui cerita, kekurangan, perjuangan, kasih, dan kemampuan yang dimilikinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....