Kisah Mantan PNS Asal Grabag, Bangun Caca Gown Sukses hingga Tembus Pasar Dunia
- 16 Agt 2026 13:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ajang Jogja Fashion Week kembali menjadi saksi keanggunan busana gaun pengantin. Salah satu desainer yang sukses mencuri perhatian adalah Caca Candrika, sosok di balik label tersohor Caca Gown.
Konsisten mengusung signature busana megah nan bling-bling ala princess dan fairytale, Caca membuktikan bahwa gaun mewah tidak harus membatasi ruang gerak pemakainya. Dalam keikutsertaannya yang ke-8 di Jogja Fashion Week, Caca membawa koleksi rancangan berbalut warna-warni lembut seperti kuning, pink, dan putih.
Caca mengungkapkan, koleksi yang ditampilkan pada ajang Jogja Fashion Week ini terinspirasi dari keindahan bunga tabebuya yang tetap mekar memesona di tengah musim kemarau dan cuaca gersang. Menurutnya, ada harapan besar dari hadirnya gaun ini, meskipun di in this economy yang sedang gersang kemarau, tapi Caca Gown tetap bisa bertahan, apalagi berkembang.
"Tabebuya bisa berkembang saat musim kemarau atau pancaroba. Sama seperti Caca Gown, meskipun di kondisi ekonomi yang sedang gersang ini, kami tetap bisa bertahan bahkan terus berkembang," ujarnya, seusai penampilan di Jogja Fashion Week, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Tepis Keribetan Gaun Pengantin
Gaun pengantin yang memiliki kesan ribet dan tidak luwes seakan dipatahkan dengan koleksi yang ditampilkan Caca Gown, koleksi teranyarnya ini juga menyimpan cerita unik. Salah satu gaun yang dipamerkan di runway ternyata sempat dipakai berlari dalam ajang lari 10K di Magelang seminggu sebelumnya dan berhasil menyabet penghargaan Best Costume.
"Saya ingin mematahkan persepsi kalau gaun pengantin itu ribet. Orang pikir tidak bisa duduk atau bergerak, padahal dipakai lari maraton pun masih bisa. Tadi sempat terguling pun bisa langsung berdiri lagi," ucapnya.

Inovasi Gaun 'Slim Fit' Tanpa Fitting dari Anak Gunung
Perjalanan 12 tahun berkarya Caca Gown menyimpan kisah perjuangan yang tak biasa. Berawal dari sebuah desa di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang—sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Magelang—Caca yang menyebut dirinya "anak gunung" ini mampu menembus pasar internasional.
Caca mengakui, tanpa memiliki latar belakang pendidikan mode, dirinya merupakan lulusan jurusan perpajakan. Bahkan sempat mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Magelang selama 8 tahun.
Keberanian Resign: Pada tahun 2019, ia memutuskan keluar dari status PNS demi fokus membesarkan Caca Gown. Pelopor gaun pengantin online, Caca Gown menjadi pionir penjualan gaun pengantin model ballgown secara online di Indonesia.
"Dulu pas ketika masih berdiri di dua kaki, tentu ada rasa hati nurani enggak enak gitu, saya kerja di sini tapi dapat dua kerjaan dan ketika saya di kantor pikirannya juga di rumah, enggak enak rasanya. jadi meskipun ya teman-teman memaklumi kayak gitu, tapi saya enggak bisa gitu, jadi saya mending keluar," ucapnya.
| Baca juga: Makna Lagu "Tamu Undangan" Karya Lavora |
Keputusan Caca untuk fokus pada segmen gaun pengantin terbukti tepat. Kini, tak kurang dari 4.000 gaun pengantin telah ia produksi dan kirimkan ke berbagai Make Up Artist (MUA) serta bridal di seluruh Indonesia, bahkan menembus pasar Jepang, Singapura, hingga Amerika Serikat. Gaun-gaunnya dibanderol pada kisaran harga Rp9 juta hingga Rp12 juta per stel.
Kini, tanpa dasar pendidikan mode, Caca bisa mempekerjakan 15 orang yang merupakan warga sekitar rumah dan sama-sama belajar dari nol. Langkah ini sebagai upayanya untuk memberdayakan warga di sekitar.
Tantangan Terberat Caca Gown
Tantangan terberat sempat dihadapi saat pandemi COVID-19 melanda di awal masa resign-nya. Namun, naluri bisnisnya merespons cepat dengan memproduksi masker pesta dari kain perca gaun yang terjual hingga 1.000 unit per bulan.
"Saya malah bersyukur ketika Covid itu saya punya full time di rumah, bisa berkreasi lebih keras lagi. Waktu itu saya bertahannya saya menciptakan masker pesta, jadi masker dari bahan perca. waktu itu saya jual harga Rp60 ribu," ujarnya.
Melihat masa depan mereknya, Caca berharap Caca Gown tidak sekadar menjadi bisnis one man show. Ia terus membangun fondasi agar merek gaun pengantin dari Grabag ini mampu melintasi generasi dan terus bertumbuh hingga belasan hingga puluhan tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....