PKM-PM UNY Uji Efektivitas Papan Sasmita

  • 13 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan subprogram Pariksa Widya Suddhaya di SLB Bhakti Kencana 1, Sleman, Jumat 7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi tahapan asesmen akhir sekaligus analisis komparasi untuk mengukur efektivitas pembelajaran siswa disabilitas intelektual melalui media Papan Sasmita.

Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA dipimpin Lituhayu Sasikirana dengan anggota Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo. Program tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd. Pariksa Widya Suddhaya menjadi bagian evaluasi setelah rangkaian implementasi pembelajaran melalui subprogram Prabhaswara Kriya selesai dilaksanakan.

Asesmen dilakukan untuk membandingkan kemampuan kognitif serta perkembangan karakter peserta didik sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi pembelajaran. Fokus evaluasi diarahkan pada penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan melalui media Papan Sasmita. Integrasi budaya lokal tersebut diharapkan dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang mendukung kebutuhan siswa disabilitas intelektual sekaligus memperkuat pembelajaran inklusif.

Keceriaan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pariksa Widya Suddhaya oleh Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA UNY di SLB Bhakti Kencana 1, Sleman. (Foto: Dok. Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA UNY)

Dalam proses asesmen, tim mengamati empat nilai utama Pendidikan Khas Kejogjaan, yakni Sawiji atau fokus, Greget atau semangat, Sengguh atau percaya diri, serta Ora Mingkuh atau pantang menyerah. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen evaluasi, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Tim juga berkolaborasi dengan guru mitra untuk memperoleh gambaran perkembangan peserta didik berdasarkan aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Hasil pengamatan awal menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran menggunakan Papan Sasmita. Media tersebut memadukan pendekatan visual, auditori, kinestetik, dan taktil untuk membantu siswa memahami fenomena sains sederhana secara lebih konkret. Respons positif terlihat ketika peserta didik mengikuti instruksi serta menyelesaikan berbagai aktivitas pembelajaran yang diberikan. “Pariksa Widya Suddhaya menjadi tolok ukur utama keberhasilan program pengabdian kami. Melalui asesmen akhir ini, kami tidak hanya memperoleh data kuantitatif mengenai pemahaman konsep sains dan budaya siswa, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana karakter Kejogjaan mulai tertanam dalam keseharian mereka,” ujar Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana.

Pelaksanaan asesmen mendapat dukungan dari pihak SLB Bhakti Kencana 1. Kepala sekolah, Sardiyana, S.Pd., M.A., turut memantau proses kegiatan dan memberikan apresiasi terhadap dedikasi tim mahasiswa. Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan data, sekaligus menunjukkan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan tenaga pendidik dalam mengembangkan layanan pembelajaran bagi peserta didik disabilitas intelektual. Perubahan positif yang diamati tidak hanya berkaitan dengan pemahaman akademis, tetapi juga kemandirian dan penguatan karakter siswa, ucapnya.

Seluruh data hasil Pariksa Widya Suddhaya selanjutnya akan diolah menjadi laporan analisis komparasi secara menyeluruh. Hasil tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus landasan empiris untuk melihat efektivitas media Papan Sasmita dalam mendukung pembelajaran inovatif berbasis budaya lokal. Tahapan asesmen ini sekaligus mengantarkan Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA menuju rangkaian akhir pengabdian melalui subprogram Srawung SEKAR-AMARTA yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan Tim Keberlanjutan Sekolah agar pemanfaatan Papan Sasmita dapat terus berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....