Alasan Pentingnya Mode Pesawat di HP Saat Penerbangan Demi Keselamatan
- 11 Agt 2026 16:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Bagi sebagian penumpang, instruksi untuk mematikan paket data atau mengaktifkan mode pesawat (airplane mode) sebelum pesawat lepas landas masih kerap dianggap sekadar formalitas. Tidak sedikit yang mengira satu perangkat yang tetap terhubung ke jaringan seluler tidak akan memberikan dampak berarti. Padahal, penggunaan perangkat elektronik di dalam pesawat memiliki aturan keselamatan yang wajib dipatuhi.
Dalam sebuah siniar (podcast) bersama Juanneve, praktisi penerbangan Rafi menjelaskan bahwa persoalan tersebut perlu dilihat dari skala penggunaan perangkat secara bersamaan. Menurutnya, dampak mungkin tidak langsung terasa jika hanya satu perangkat yang aktif. Namun, kondisi akan berbeda jika banyak perangkat melakukan transmisi sinyal secara serentak.
"Kalau satu orang nyalain data mungkin itu nggak ada pengaruhnya. Tapi ketika satu bandara itu semua mau naik pesawat terus nyalain data sangat mengganggu sinyal yang dipakai pilot buat menerbangkan pesawat dan komunikasi ke ATC," ungkap Rafi.
Meski demikian, penggunaan perangkat elektronik tidak secara otomatis mengganggu seluruh sistem komunikasi penerbangan. Otoritas penerbangan internasional seperti FAA dan EASA menyebutkan bahwa pesawat modern telah melalui pengujian terhadap potensi gangguan elektromagnetik. Kendati begitu, aturan tetap diberlakukan karena tingkat toleransi dan prosedur keselamatan dapat bervariasi tergantung jenis pesawat dan maskapai.
Komunikasi antara pilot dan Air Traffic Controller (ATC) merupakan elemen vital dalam operasional penerbangan. Melalui saluran ini, pilot dan pengendali lalu lintas udara saling bertukar informasi penting mengenai kondisi penerbangan, cuaca, hingga instruksi navigasi. Oleh sebab itu, maskapai meminimalisasi berbagai potensi gangguan sinyal sekecil apa pun.
FAA menyatakan bahwa ponsel dan perangkat elektronik portabel harus digunakan dalam mode pesawat atau dengan koneksi seluler nonaktif. Sementara itu, layanan Wi-Fi tetap dapat digunakan apabila pesawat menyediakan fasilitas tersebut dan diizinkan oleh maskapai.
"Ketika awak kabin meminta penumpang mengaktifkan airplane mode, instruksi itu harus dipatuhi karena setiap maskapai memiliki prosedur keselamatan yang harus diikuti," ujarnya.
Di sisi lain, EASA menjelaskan bahwa operator dapat mengizinkan penggunaan perangkat elektronik pada fase penerbangan tertentu setelah memastikan peranti tersebut tidak berdampak pada sistem penerbangan. Oleh karena itu, penumpang diimbau untuk selalu mendengarkan arahan awak kabin.
Mengaktifkan mode pesawat merupakan langkah sederhana namun krusial untuk menjaga operasional penerbangan tetap aman dan tertib.
"Penumpang tidak perlu menganggap aturan ini sebagai sesuatu yang merepotkan, karena yang paling penting adalah mengikuti prosedur dan instruksi awak kabin selama penerbangan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....