Saparan Bekakak Ambarketawang Pikat Antusiasme Masyarakat
- 18 Jul 2026 13:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Tradisi Tahunan Saparan Bekakak Ambarketawang 2026 mendapatkan antusiame yang positif dari masyarakat.
Kepala Desa Kalurahan Ambarketawang Sumaryanto mengatakan rangkaian kegiatan Saparan Bekakak Ambarketawan mulai dari pagelaran wayang kulit, gelar macapat dan kirab malam midodareni yang digelar pada Kamis, 16 Juli 2026 dan Kirab Saparan Bekakak pada Jumat 17 Juli 2026 mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.
“Antusias masyarakat dan peserta dari setiap pedukuhan begitu sangat luar biasa,” ucapnya saat ditemui di sela kegiatan Kirab Saparan Bekakak.
Dari pantauan RRI, sekitar pukul 13.00 WIB sejumlah masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua silih berdatangan di lapangan Ambarketawang untuk menyaksiksn dan mengabadikan moment dengan sejumlah ogoh-ogoh.
Selain itu, masyakarat juga mulai berdatangan memadati sekitar Kalurahan dan Lapangan Ambarketawang untuk menyaksikan kirab tradisi tahunan tesebut. Masyarakat Sleman dan sekitar juga tampak memadati jalan wates km 5, Jalan Brawijaya (Ring Road Selatan) hingga Gunung Gamping unuk menyaksian arak-arakan kirab.
Sumayanto menjelaskan sudah mempersiapkan gelaran tersebut sekitar 3 hingga 4 bulan untuk memasikan kelancaran acara termasuk rekayasa arus lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Ia berharap kegiatan ini dapat membangun kebersamaan dan gotong royong masyarat khususnya Ambarketawang serta nguri-nguri tradisi budaya.
“Harapannya bisa terbangun persatuan kesatuan, kegotongroyongan, kekompakan sehingga ini bisa untuk membangun kelurahan dengan nilai-nilai gotong royong yang adiluhung,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu masyarakat, Ari, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan kirab. Menurutnya event yang dilaksanakan setahun sekali harus dijaga kelestariannya.
“Selagi masih mampu, masih bernafas pokoknya ikuti acara-acara (kebudayaan) di Jogja,” ucapnya saat ditemui.
Saparan Bekakak sendiri merupakan upacara adat yang dilakukan setiap tahun, tepatnya setiap hari Jumat pada bulan Sapar sesuai kalender Jawa yang sudah berlangsung sejak tahun 1756.

Tradisi ini berawal pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk memperingati dan mendoakan keselamatan abdi dalem kesayangannya, Ki dan Nyi Wirosuto, yang tertimpa longsor di Gunung Gamping
Puncak acara Saparan Bekakak Ambarketawan yakni kirab budaya dan ritual penyembelihan sepasang boneka pengantin dari tepung ketan yang berisi cairan merah (sirup gula jawa) sebagai simbol pengganti tumbal. Sepasang pengantin dari tepung ketan akan diarak dari lapangan ambarketawang dan disembelih digunung gamping
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....