Kopdar Triwulan JKPC, Konsisten Lestarikan Karya Legendaris Koes Plus
- 08 Jul 2026 12:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Semangat melestarikan karya musik legendaris tanah air terus menyala di DIY. Melalui Jogja Koes Plus Community (JKPC), para pencinta dan musisi pelestari lagu-lagu Koes Plus lintas generasi membuktikan bahwa karya band legendaris tersebut tetap abadi di telinga masyarakat, baik bagi generasi tua hingga milenial.
Berdiri sejak tahun 2004 dan dipelopori Wowo Sastro, JKPC kini telah menginjak usia 22 tahun dalam menjaga estafet kebudayaan musik populer Indonesia. Salah satu agenda rutin yang menjadi urat nadi komunitas ini adalah pelaksanaan Kopi Darat (Kopdar) yang digelar setiap tiga bulan sekali di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty), Dongkelan, Bantul.
Ketua JKPC, Eri Mumu, menjelaskan, Kopdar triwulan Minggu, 5 Juli 2026 yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB di PASTY (Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta ) Dongkelan, Bantul ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. Acara ini menjadi ruang bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta mempererat tali persaudaraan antaranggota.
Saat ini, JKPC menaungi lebih dari 40 grup band pelestari di Yogyakarta. Dalam setiap gelaran Kopdar, grup-grup band ini diberikan panggung untuk tampil secara bergantian. "Setiap grup diberi waktu tampil selama 30 menit. Bagi grup yang personelnya hadir komplit, mereka akan ditampilkan duluan. Sementara bagi yang tidak komplit, nanti polanya digarap lewat kolaborasi antar-musisi," ujar Eri Mumu.
Uniknya, kegiatan ini berjalan murni atas dasar kemandirian dan swadaya anggotanya. Alih-alih mengejar keuntungan materi atau honor, para musisi dan anggota justru secara sukarela mengumpulkan iuran sebesar Rp25.000 per orang untuk menyokong jalannya acara.
Eri merinci, dari iuran tersebut, Rp20.000 dikembalikan dalam bentuk voucher jajan untuk konsumsi anggota di lokasi acara, sedangkan Rp5.000 sisanya dialokasikan untuk kebutuhan akomodasi dan kelengkapan teknis panggung.

Selain musisi, kekuatan JKPC juga terletak pada komunitas pendukungnya. Tercatat ada sekitar 60 komunitas yang terdaftar, dengan 25 hingga 30 komunitas di antaranya yang masih sangat aktif. Komunitas-komunitas ini uniknya sering dinamai berdasarkan judul lagu Koes Plus, seperti "Amelinda" atau "Dara Manisku", dan setiap anggotanya bisa mencapai 50 hingga 60 orang yang gemar bernyanyi dan berjoget bersama saat band tampil.
Selain Kopdar tiga bulanan, JKPC juga melakukan pembinaan berkala melalui pentas reguler, salah satunya setiap Minggu malam (Malam Senin) di Pasty atau kafe-kafe lokal. Eri mengakui, dari segi materi finansial, pendapatan dari pentas reguler terbilang kecil biasanya sekitar Rp400.000 per band untuk dibagi seluruh personel. Namun, panggung ini menjadi etalase penting bagi para musisi.
"Kalau hitung-hitungan materi memang tidak ada untungnya, karena ini band pelestari. Tapi mereka senang bisa latihan dan melestarikan. Siapa tahu dari orang-orang yang hadir menonton di sini, ada yang tertarik lalu menanggap (menyewa) mereka untuk tampil di acara-acara lain. Dari tangkapan luar itulah mereka bisa mendapat penghasilan yang cukup," tambahnya.
Menutup keterangannya, Eri Mumu menegaskan bahwa visi utama JKPC ke depan adalah memastikan proses regenerasi berjalan dengan baik. Karya-karya besar Koes Plus harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
"Harapan kami jelas, agar lagu-lagu Koes Plus ini bisa terus dilestarikan oleh generasi muda. Kita mengenalkan karya-karya legendaris ini kepada mereka, karena merekalah yang nanti akan memegang estafet kelestariannya di masa depan," kata Eri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....