JIKF 2026 Resmi Dibuka Hadirkan Atraksi Layang-Layang Internasional Meriah
- 05 Jul 2026 16:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Kemeriahan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi dimulai melalui rangkaian pembuka bertajuk JIKF Golden Ticket Selection yang digelar di Lapangan Tayuban, Pantai Banaran, Galur, Kulon Progo, Sabtu 5 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan kompetisi layang-layang, atraksi budaya, serta pertemuan pelayang dari berbagai negara yang menciptakan suasana meriah di kawasan pesisir selatan Yogyakarta.
Golden Ticket Selection menjadi pintu awal bagi para pelayang daerah untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi nasional pada puncak JIKF 2026 yang akan berlangsung di Pantai Parangkusumo, Bantul, pada 11–12 Juli 2026
.Selain menjadi ajang seleksi, kegiatan ini juga menjadi hiburan yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang memadati lokasi untuk menyaksikan beragam atraksi layang-layang.

Sepanjang hari, langit Pantai Banaran dipenuhi aneka layang-layang dengan bentuk dan warna yang beragam. Sebanyak 17 karya diterbangkan dalam dua kategori, yakni tradisional dan kreasi. Pada kategori tradisional, pengunjung disuguhkan karya-karya khas Nusantara seperti Mandala Berwarna, Batik Ing Ngayogya, Kembang Lintang, Owel, hingga Punokawan Gank
.Sementara kategori kreasi menghadirkan layang-layang unik seperti Anoman, Drum, Dasamuka 2D, Burung Bido, Whell Kite, dan Kencana Langit yang memikat perhatian penonton.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan Golden Ticket Selection merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem layang-layang Indonesia sekaligus memberikan ruang bagi pelayang daerah untuk berkembang hingga ke tingkat internasional.
"Melalui Golden Ticket Selection kami ingin memberikan kesempatan kepada pelayang daerah untuk bertanding di tingkat nasional. Harapannya mereka semakin percaya diri, terus berkembang, dan mampu bersaing hingga level internasional," ujarnya.

Nuansa internasional sudah terasa sejak hari pertama penyelenggaraan. Sebanyak 35 pelayang mancanegara dari 17 negara turut menerbangkan layang-layang mereka di langit Pantai Banaran. Kehadiran peserta dari berbagai belahan dunia menjadikan JIKF bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pertukaran budaya yang mempererat hubungan antarkomunitas layang-layang dunia.
Salah satu peserta asal Massachusetts, Amerika Serikat, Renne Matthew mengaku terkesan dengan penyelenggaraan festival tersebut.
"Ini pertama kalinya saya datang ke Indonesia dan saya sangat senang berada di sini. Orang-orangnya sangat ramah, penyelenggara memperlakukan kami dengan sangat baik, dan festival ini berjalan sangat terorganisasi. Saya berharap bisa kembali lagi tahun depan," katanya.

Festival ini juga menjadi panggung bagi pelayang lokal untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka. Salah satunya Kindar, peserta asal Magelang yang membawa layang-layang tradisional bertajuk Kembang Lintang. Ia mengungkapkan proses pembuatan karya tersebut memerlukan waktu lebih dari 20 hari.
"Saya ikut bukan hanya untuk mencari juara, tetapi menambah teman dan pengalaman. Harapannya kegiatan seperti ini terus diadakan agar pelayang semakin percaya diri menunjukkan kreativitasnya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....