Dari Pacitan hingga Banyuwangi, Tampil di Satu Panggung
- 29 Jun 2026 14:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sentakamudya UMY, menggelar pentas kesenian tradisional dari tiga penjuru jawa. Kegiatan itu berlangsung di Auditorium Besar Sekolah Menengah Musik (SMM) Minggu, 29 Juni 2026.
Kesenian tradisional dari tiga penjuru Jawa yang ditampilkan berasal dari Pacitan, Banyuwangi, dan Yogyakarta. Para penampil menyajikan pentas dalam satu panggung pada malam Pagelaran Seni Sentakamudya (PSS) 2026.
Pagelaran menampilkan empat sajian seni yang masing-masing membawa akar budaya berbeda. Tari Baduk Molan, tarian tradisional khas Pacitan yang biasa disajikan dalam prosesi ruwatan tolak balak di wilayah Tegalombo, membuka pertunjukan.
Disusul Konser Medley Karawitan yang membawakan dua karya: Langgang Ella Elok, sebuah narasi musikal tentang dinamika asmara dan kerinduan, serta sebuah komposisi berbentuk teka-teki Bahasa Jawa karya Kijong Romasito (1959) yang mengandung kritik sosial.
Repertoar dilanjutkan dengan Tari Jejer Jaran Dawuk, tari tradisional khas Banyuwangi ciptaan Sumitro pada 1981 yang awalnya dibawakan oleh penari pria dalam perayaan musim panen. Serta Tari Golek Ayun-Ayun, tari klasik Yogyakarta ciptaan KRT. Sasminta Mardawa yang menggambarkan seorang gadis Jawa beranjak dewasa.
Malam ditutup dengan puncak acara Sendratari SAS-PA (Sasmita Pati), karya kolosal yang mengisahkan Ki Ageng Mangir Wanabaya. Ia seorang pemimpin tanah mardikan Mangir yang menolak tunduk kepada Mataram dan akhirnya kalah melalui siasat Panembahan Senopati.
Ketua Umum UKM Sentakamudya UMY, Febrina Putri Humaira Latuconsina, menyatakan bahwa keberagaman repertoar yang ditampilkan bukan kebetulan. ”Kami percaya bahwa seni adalah nafas budaya, cerminan jiwa, dan kekuatan yang mampu menyatukan beragam perbedaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Febrina juga menyampaikan pentingnya penggunaan alat musik tradisional gamelan, seperti yang ditunjukkan dalam seluruh penampilan dari PSS 2026. Sebab, kehadiran gamelan bukan hanya menunjang proses latihan dan pembelajaran.
”Tetapi ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pelestarian seni tradisional di lingkungan kampus UMY,” ujarnya.
PSS 2026 sekaligus menutup rangkaian Pekan Kesenian Muda Mendunia (PAKEM) 2026. Yaitu kompetisi Lomba Tari Kreasi tingkat DIY yang berlangsung sehari sebelumnya, pada tanggal 27 Juni 2026 di tempat yang sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....