Wabup Bantul Sebut Layang-layang Miliki Sarat Makna Filosofis
- 29 Jun 2026 05:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, menyebut layang-layang bukan sekadar permainan tradisional, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mencerminkan cita-cita, semangat gotong royong, dan kebersamaan.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Ngundo Layangan yang digelar Paguyuban Pengelola Lapangan Kebonagung di Lapangan Kebonagung, Imogiri, Sabtu 27 Juni 2026. Ia mebuka kegiatan secara simbolis dengan menerbangan layang-layang.
Ia mengatakan setiap orang perlu memiliki mimpi yang tinggi dan terus berusaha mewujudkannya, sebagaimana layang-layang yang diterbangkan menuju langit. Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
“Layang-layang mempunyai simbol filosofi yang sangat luar biasa. Layang-layang bisa kita persamakan dengan cita-cita kita semua.Layang-layang diterbangkan dari tanah tapi tujuannya ke atas. Persis seperti harapan, seperti cita-cita kita semua dari bawah menuju ke atas,” ucapnya saat memberikan sambutan.
Aris menilai proses menerbangkan layang-layang tidak lepas dari kerja sama dan kekompakan. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan nilai gotong royong yang perlu terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, ia menilai gelaran ini juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda. “Mari tradisi ini kita lestarikan agar generasi muda memiliki kegiatan yang positif,” katanya.
Ngundo Layangan merupakan agenda rutin yang digelar Paguyuban Pengelola Lapangan Kebonagung setiap tiga bulan sekali sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....