Bernadya Rilis Album "Semoga Hanya di Mimpi" Gandeng Perunggu hingga Baskara Putra

  • 25 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Yogyakarta
Poin Utama
  • Bernadya resmi merilis album penuh keduanya berjudul Semoga Hanya di Mimpi yang mengeksplorasi rasa takut akan ketenangan (cherophobia).
  • Proyek musikal di bawah JUNI Records ini melibatkan produser baru, termasuk kolaborasi unik bersama Baskara Putra dan grup band Perunggu.
  • Secara musikal, materi album baru ini mengadopsi estetika pop Indonesia awal era 2000-an dengan dominasi instrumen organik yang hangat.

RRI.CO.ID, Yogykarta - Bernadya resmi meluncurkan album kedua bertajuk Semoga Hanya di Mimpi pada pada 24 Juni 2026 . Bernadya merangkum album ini di tengah fase kehidupannya yang sedang berjalan normal, tenang, dan baik-baik saja.

Namun, di balik ketenangan Bernadya justru menyimpan rasa waswas terinspirasi oleh istilah psikologi cherophobia. Sebuah kondisi psikologis dimana seseorang merasa takut untuk bahagia karena khawatir akan ada hal buruk yang mengintai.

Semoga Hanya di Mimpi lahir dari ketakutanku akan rasa tenang, pemikiran yang aneh, memang, tapi bagiku, tenang sama dengan tanda bahaya. Aku pertama kali menemukan kalimat Semoga Hanya di Mimpi karena baca artikel tentang cherophobia, ketakutan akan kebahagiaan karena takut di balik kebahagiaan itu ada sesuatu yang buruk,” Ujar Bernadya dalam rilis yang di terima RRI, Kamis 25 Juni 2026

Rasa cemas itulah yang kemudian ia tumpahkan secara jujur ke dalam materi barunya, salah satunya lewat lagu "Laut yang Tenang" yang di garap oleh Enrico Octaviano. Untuk memberikan penyegaran warna musik, Bernadya juga keluar dari zona nyaman dengan menggandeng sejumlah kolaborator baru.

Bernadya Berkolaborasi dengan Vega Antares, Baskara Putra, hingga grup band Perunggu (Foto: Mathias Manderos)

Nama-nama seperti Vega Antares, Baskara Putra, hingga grup band indie Perunggu turut andil memberikan perspektif baru. Proses adaptasi dengan para musisi baru ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi Bernadya.

Bernadya sempat berkelakar mengenai dinamika kerjanya dengan Perunggu yang memiliki etos kerja sangat cepat layaknya pekerja kantoran. Sehingga lagu “Peluk Aku Sekarang!" dapat rampung hanya dalam waktu dua jam saja.

Eksplorasi di album Semoga Hanya di Mimpi ini turut dipengaruhi oleh ketertarikan Bernadya terhadap estetika musik Indonesia di awal era 2000-an. Penggunaan instrumen organik dengan sedikit sentuhan elektronik menciptakan atmosfer lagu yang lebih lapang, intim, sekaligus bernuansa nostalgia.

Album Semoga Hanya di Mimpi sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. Pihak label JUNI Records juga tengah mempersiapkan perilisan fisik berupa kaset dan CD. (Vina Mufiana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....