Pianis Internasional Ananda Sukarlan Berbagi Ilmu Musik Klasik dengan Siswa SMI

  • 19 Jun 2026 19:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Minat masyarakat terutama anak muda terhadap musik klasik masih terbilang rendah. Ritme kompleks serta struktur komposisi yang ketat, sering dicap tidak sesuai dengan preferensi jiwa muda.

Untuk menghilangkan stigma tersebut, Sekolah Musik Indonesia (SMI) Jogja menggandeng pianis kenamaan, Ananda Sukarlan untuk mengadakan workshop pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus pengetahuan musik klasik di tengah gempuran musik populer.

Head Educator SMI Jogja, Martin Koehuan mengungkapkan, musik klasik merupakan dasar krusial dalam standar kurikulum yang diajarkan di SMI Jogja. Semua siswa pada awalnya akan diajarkan membaca notasi balok, teknik dasar bermain instrumen, hingga repertoar klasik.

“Seluruh murid belajar musik klasik terlebih dahulu karena itu merupakan dasar. Setelah itu baru mengembangkan kemampuan ke berbagai genre, termasuk musik populer yang digemari dunia industri musik saat ini,” ucapnya.

Berangkat dari inisiatif Ananda Sukarlan yang tengah berada di Indonesia, workshop tersebut menjadi kesempatan emas bagi SMI Jogja. Dengan pengalaman yang ditempa puluhan tahun di Eropa, diharapkan dapat menggiatkan kembali minat anak muda terhadap musik klasik.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga, karena tidak setiap saat kami mendapat pelajaran dan pengalaman dari praktisi yang berpengalaman secara internasional,” kata Martin.

Meski begitu, Martin menilai jika minat masyarakat terhadap karya-karya dari Beethoven, Mozart, Vivaldi, dan berbagai musisi klasik terkenal lainnya, masih tergolong rendah. Hal ini tak lepas dari peran orang tua yang cenderung mengenalkan anak-anaknya kepada lagu-lagu populer.

“Secara tidak langsung itu memengaruhi ketertarikan anak-anak untuk mempelajari genre tersebut. Karena itu kami menilai jika workshop ini menjadi upaya mengenalkan musik klasik sejak usia dini,” ujarnya.

Sementara itu, Ananda Sukarlan dalam sesi workshop menekankan pentingnya penguasaan notasi musik. Sebab, kemampuan membaca not balok menjadi dasar utama dalam memainkan instrumen musik klasik.

“Kesulitan membaca not balok hanya akan dirasakan pada tahap awal. Sementara setelah dipahami, akan mempermudah proses belajar musik secara keseluruhan,” ucapnya.

Selain itu, musisi pencipta “Rapsodia Nusantara” tersebut juga menyebut bahwa perkembangan musik modern tak lepas dari warisan musik klasik. Banyak melodi dan struktur nada dalam karya modern yang berakar dari lagu klasik.

“Banyak yang akarnya memang dari musik klasik, kemudian diadaptasi menjadi karya yang lebih sesuai dengan selera zaman,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....