Para Pemain Film Hati Suhita Sapa Penggemar Yogyakarta
- 22 Mei 2023 19:09 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman : Sejumlah pemain sekaligus penulis film 'Hati Suhita' menyapa para penggemarnya dalam pemutaran perdana di Yogyakarta, berlangsung di salah satu bioskop di Sleman, Minggu (21/5/2023). Mereka menyapa para penonton film yang menggambarkan mengenai kisah cinta penerus salah satu pondok pesantren di Kediri, Jawa Timur itu.
Film yang diangkat dari novel Khilma Anis dan diproduksi Star Vision ini dibintangi oleh Nadya Arina sebagai Alina Suhita dan Omar Daniel sebagai Gus Birru. Dalam film tersebut kedua sosok ini dijodohkan oleh orang tua Birru yang mengelola sebuah pondok pesantren di Jawa Timur. Namun, kisah cinta mereka tak berjalan mulus lantaran Birru diceritakan telah memiliki kekasih hati.
Memainkan sosok Birru yang merupakan pewaris pondok pesantren, Omar Daniel mengaku tidak mudah. Ia harus mempelajari dengan betul seluk beluk kehidupan pesantren yang banyak digambarkan sepanjang film.
“Saya melakukan penelitian, gimana caranya ngomong dengan bahasa Jawa Timuran. Juga bagaimana kehidupan di pesantren, saya harus riset dan bertanya ke orang-orang di situ, salah satunya suaminya Ning Khilma,” ujarnya.
Penulis novel Hati Suhita, Khilma menceritakan film ini memang dibuat berdasarkan karya tulisannya yang telah diterbitkan secara indie. Dalam kisah itu, ia ingin mengangkat gambaran tentang pondok pesantren dan cerita perjodohan secara positif.
“Saya merasa pesantren berhak untuk mempertahankan dinastinya, harus punya penerus. Dalam hal ini Gus Birru yang tidak ingin terlibat dalam aktivitas pesantren, tetapi harus tetap meneruskan. Titik beratnya bagaimana tidak ada antagonis dalam film ini tetapi keadaan yang akhirnya bisa terselesaikan,” katanya.
Sementara itu pemeran utama Suhita, Nadya Arina mengaku tidak memiliki latar belakang pesantren selama ini. Namun, keterlibatannya dalam film ini membuka matanya tentang dunia pendidikan tersebut yang dinilainya berbeda dari apa yang dia bayangkan selama ini yang terkesan kaku dan kuno.
“Tapi ternyata engga, pesantren sekarang sudah sangat modern dan melek teknologi. Mereka sudah sangat update sekali dengan hal-hal di luar dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan itu juga sudah sangat dijunjung tinggi,” kata Nadya. (dev).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....