Ramayana Ballet Purawisata Dituntut Jaga Nilai Budaya dan Ikuti Zaman

  • 07 Mei 2026 23:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno menyampaikan dalam konteks budaya, inovasi apapun tidak boleh meninggalkan nilai intinya. Ia menyoroti pertunjukan Ramayana Ballet Purawisata yang dituntut tetap menjaga nilai budaya dengan mengikuti perkembangan zaman.

Syauqi mencontohkan penyampaian nilai-nilai dalam kisah Ramayana kepada generasi muda harus menggunakan metode yang akrab dengan mereka saat ini. Menurutnya, yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah nilai inti budaya, kemudian dilestarikan dengan metode penyampaian yang menyesuaikan perkembangan zaman.

“Inovasi tentu tidak bisa dengan apa yang terjadi di masa lalu. Tapi yang dibawa adalah nilai positif masa lalu dibawa sekarang. Gunakanlah metode-metode sekarang agar anak-anak merasa akrab,” ucapnya saat ditemui di Tasneem Hotel Yogyakarta, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menambahkan pendekatan budaya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, termasuk melalui pers, narasumber yang kompeten, serta public figur yang memiliki pengaruh besar agar nilai budaya dapat diterima dengan baik.

Menurutnya, budaya bersifat dinamis sehingga perlu diikuti dan diformat dengan cara yang tepat. Sementara itu, Pimpinan Ramayana Ballet Purawisata, Dahanan, menilai keberadaan media sosial sangat membantu dalam memperkenalkan Ramayana Ballet Purawisata kepada generasi muda.

Ia mengatakan pertunjukan Ramayana Ballet tidak hanya dinikmati oleh masyarakat yang memahami cerita Ramayana, tetapi juga harus dikenalkan kepada generasi muda melalui inovasi dan perbaikan pertunjukan.

“Ramayana Ballet itu selain dinikmati orang-orang yang mengerti tentang Ramayana, maka harus diperkenalkan kepada generasi muda, sehingga kami harus menjalankan inovasi atau perbaikan-perbaikan,” ucapnya dalam kesempatan yang sama.

Dahanan mencontohkan perubahan pada adegan Hanoman Obong. Jika dahulu api digambarkan menggunakan samur merah, kini pertunjukan menggunakan api sungguhan sehingga terlihat lebih menarik dan megah.

Selain itu, pembaruan juga dilakukan pada tata hias yang sebelumnya dikenal dengan langes atau benges, kini menggunakan peralatan yang tidak ketinggalan zaman tanpa meninggalkan nilai pertunjukan Ramayana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....