Magnificat Jiwa, Maestro Grego Julius Luncurkan Album "Bunda Maria"

  • 06 Mei 2026 22:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Suasana khidmat menyelimuti Grha Bung Karno, Klaten Tengah pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Sebanyak 2.400 penonton hadir memadati lokasi untuk menyaksikan peluncuran karya terbaru dari komposer sekaligus konduktor senior, Grego Julius, dalam sebuah konser bertajuk "Magnificat Jiwa: Simfoni Kasih Bagi Bunda Maria".

Perhelatan yang digelar ini bukan sekadar konser, tetapi sebuah pertemuan antara doa dan nada, antara devosi dan seni, antara tradisi luhur Gereja dan kreativitas tanpa batas seorang komposer yang telah mendedikasikan hidupnya untuk memuliakan Bunda Maria lewat musik. Pada malam yang bersejarah ini juga, sebuah karya monumental resmi diluncurkan kepada dunia: Album Lagu Rohani Bunda Maria Volume 10 sepuluh lagu baru karya Grego Julius yang lahir dari perjalanan iman panjang seorang maestro.

Konduktor Grego Julius Orchestra, Grego Julius mengatakan, sebanyak 12 lagu yang ditampilkan semuanya bertema Bunda Maria. Menurutnya, pertunjukan ini sekaligus merayakan Bulan Maria, sehingga persembahan ini sebagai sarana untuk doa, bersyukur, dan sarana untuk berterima kasih kepada Bunda Maria.

"Kalau dibilang istimewa, memang lagu ini saya persembahkan untuk pengantar doa. Jadi semoga bagi mereka yang berdoa kepada Tuhan Yesus melalui Bunda Maria dengan lagu-lagu kami ini, bisa terinspirasi sehingga doanya bisa khusyuk, bisa meresap di hati mereka masing-masing," katanya.

Manifestasi kerinduan seorang anak

Grego Julius mengungkapkan, proses kreatif di balik 12 lagu ini memakan waktu kurang lebih satu tahun. Di usia yang telah menginjak 70 tahun ini, ia mengaku inspirasi terdalam datang dari pengalaman pribadinya setelah kehilangan ibunda tercinta.

"Jujur pada waktu ibu saya itu masih ada di dunia ini, saya kalau berkeluh kesah itu dengan orang tua saya, dengan ibu saya, baik itu waktu gembira atau susah atau kecewa atau sebagainya, tetapi setelah meninggal ibu, saya butuh seorang sosok ibu. Nah, saya mencoba untuk bersama Bunda Maria ternyata membuat hati saya lega dan hati saya menjadi senang sehingga seolah-olah ada ibu di sisi saya," ucapnya.

Grego Julius mengungkapkan, lagu-lagu karyanya tersebut ditulis berdasarkan pengalaman emosional yang nyata, mulai dari rasa kecewa, susah, hingga gembira, yang semuanya dirangkum menjadi doa .

"Jadi memang lagu itu tidak hanya asal saya menulis, tapi yang betul-betul dari dalam hati saya sendiri," ujarnya.

Penulis, pencipta lagu & konduktor Grego Julius Orchestra, Grego Julius (tengah), Romo Yoseph Kristanto, Pr (kanan), dan Sinden ⁠Elisha Orcarus (kiri). (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Kolaborasi lintas budaya

Grego Julius menyebutkan, ada dua lagu karyanya yang dinyanyikan secara khusus oleh Elisha Orcarus seorang Sinden kenamaan. Meski memiliki latar belakang musik tradisi yang kuat, Elisha mengaku sangat antusias karena aransemen yang ditawarkan memiliki nuansa yang segar dan santai (chill) ditambah warna dalam musiknya.

Meski menjadi pengalaman pertamanya Elisha untuk ikut konsernya Grego Julius, tetapi ada hal yang membuat dirinya tertarik. Apalagi dua lagu yang dinyanyikannya bertemakan tentang Bunda Maria.

"Bunda Maria Sang Idola, juga Kasihmu Tak Bertepi, jadi di situ aku langsung sangat tertarik karena aku juga fans Bunda Maria banget. Jadi senang bisa kolaborasi sama Pak Grego," katanya.

Sebagai seorang Sinden, Elisha mengaku hal yang cukup menantang ketika tawaran menyanyikan lagu tersebut dilakukan dengan proses yang terbilang cukup singkat. Tetapi karena kecintaannya kepada Bunda Maria, proses tersebut bisa dijalani secara baik.

"Yang menantang adalah prosesnya cepat sekali, jadi sekali dikasih teks sama Pak Grego, terus baca notasi aja langsung rekam. Jadi itu yang keren banget dengan proses yang sangat cepat, tapi kualitasnya keren," katanya, mengungkapkan.

Penyebaran apresiasi di Klaten

Romo Yoseph Kristanto, Pastor dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten menyambut hangat kolaborasi ini. Menurutnya, pemilihan awal Mei sangatlah tepat sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria.

"Satu hal yang mengagumkan bagi saya adalah di usia beliau yang ke-70 ini, Pak Grego masih sangat produktif mengarang lagu. Ini bukan sekadar musik, tapi doa yang dilagukan," katanya, menyebutkan.

Romo Kristanto, Pr mengungkapkan, buah karya yang dihasilkan Grego Julius ini juga menunjukkan bahwa, sebuah ketenangan, ide-ide bisa dihasilkan dari suatu perasaan yang keluar, baik itu sedih, gembira, senang, berharap dan itu terlihat di dalam nyanyian ini.

"Karena bulan Maria ini, kami juga akan mendoakan tetapi di antara 10 salam Maria itu nanti ada lagu-lagu dari Bapak Grego Julius," ucapnya, menyampaikan.

Pemilihan Klaten sebagai lokasi peluncuran tahun ini bertujuan untuk meratakan apresiasi karya Gregorius Julio, setelah sebelumnya sukses digelar di Yogyakarta, dan diharapkan bisa kembali digelar di daerah-daerah lainnya. Bagi masyarakat yang tidak sempat hadir, seluruh lagu dalam album ini sudah dapat dinikmati melalui platform digital seperti YouTube, Spotify, ataupun Apple Music.

Adapun kesepuluh lagu karya Grego Julius dalam Album Lagu Rohani Bunda Maria Volume 10 adalah, Bundaku (Andrew Syahputra), Maria Ratu Surga (Brian Prasetyoadi), Maria Penolong Umat (Agnes Yulinda), Bunda Maria Sang Idola (Elisha Orcarus), Ajarkan Kami Tabah (Brian Prasetyoadi), Hantarkan Aku Pada Setiamu (Asriuni Pradipta), Karena Doamu (Andrew Syahputra), Bunda Penolong Abadi (Agnes Yulinda), Kasihmu Tak Bertepi (Elisha Orcarus), dan Bunda Tersenyum Indah (Asriuni Pradipta, Didik Wisudantoro, Menuk Voice).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....