Penyehat Tradisional Akui Kesulitan Pemasaran Jamu di Era Digital

  • 27 Apr 2026 17:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pelaku penyehat tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku kesulitan memasarkan jamu di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ketua Penyehat Tradisional (HATTRA) DIY, Sriyono, mengakui pelaku penyehat tradisional masih menghadapi kesulitan dalam memasarkan produknya di tengah perkembangan digital. Ia mengakui tertinggal dalam strategi pemasaran, khususnya dalam pemanfaatan media sosial.

“Kami ini kalah dengan remaja sekarang dalam hal pemasaran. Strategi pemasaran saat ini banyak dikuasai generasi muda. Sekarang model modernisasi IT-nya misalnya TikTok- kita enggak bisa apa-apa,” ujarnya

Ia menyebut banyak produk kesehatan dapat laris di media sosial bukan semata karena kualitas ramuan, melainkan kemampuan promosi yang menarik perhatian masyarakat.

“Padahal yang dipasarkan itu orang yang meramu belum tentu paham, tapi karena promosinya bagus akhirnya laku,” katanya.

Praktik penyehatan tradisional tidak hanya berbasis ramuan jamu, tetapi juga mencakup keterampilan terapi seperti pijat tradisional, akupresur, bekam, serta pendekatan spiritual sebagai satu kesatuan layanan kesehatan tradisional.

Sriyono, menambahan keberadaan penyehat tradisional merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pendekatan herbal dan kearifan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....