Minat Generasi Muda terhadap Jamu Dinilai Masih Rendah
- 27 Apr 2026 17:24 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Minat generasi muda terhadap jamu sebagai pengobatan tradisional dinilai masih rendah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku penyehat tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Founder Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta (ASDTY), IB Haryanto, mengatakan anak muda saat ini belum banyak mengenal manfaat dan khasiat jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
“Gen Z saat ini kalau yang saya lihat masih kurang sekali ketertarikannya terhadap jamu,” ujarnya.
Menurutnya, perlu pendekatan baru agar jamu lebih diterima kalangan muda. Salah satunya dengan menghadirkan racikan jamu yang dikombinasikan, sehingga lebih modern dan dapat dinikmati saat aktivitas berkumpul atau nongkrong.
Sementara itu, Ketua Penyehat Tradisional (HATTRA) DIY, Sriyono, menilai pelaku jamu tradisional masih kalah dalam strategi pemasaran dibandingkan generasi muda yang memanfaatkan teknologi digital.
Ia menyebut pemasaran saat ini banyak ditentukan oleh kemampuan promosi melalui media sosial, termasuk platform seperti TikTok yang lebih dekat dengan remaja.
“Padahal yang dipasarkan itu belum tentu ahli meramu, tetapi karena promosinya bagus akhirnya produknya laku,” kata Sriyono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....