Swaramantra Vol Lima Hidupkan Skena Musik Independen Jogja

  • 28 Apr 2026 10:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komunitas Jogja Distortion kembali menegaskan perannya dalam menghidupkan skena musik independen melalui gelaran Swaramantra Vol.5. Showcase musik ini tak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolektif yang mempertemukan komunitas, musisi, dan penikmat karya dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Acara ini digelar pada Kamis 23 April 2026 pukul 18.30 hingga 23.30 WIB di RICY Eatery & Coffee. Swaramantra Vol.5 merupakan edisi kelima dari rangkaian showcase yang secara konsisten diinisiasi Jogja Distortion, dengan dukungan Lors Entertainment dan Goodplan sebagai mitra kolaborasi.

Di balik cahaya panggung, suara dan rasa menyatu jadi cerita. Jogja Distortion lewat Swaramantra Vol.5 menghadirkan ruang hangat di mana musik tak hanya didengar, tapi juga dirasakan bersama di RICY Eatery & Coffee. (Foto: Istimewa)

Bagi Jogja Distortion, Swaramantra bukan sekadar agenda musik rutin. Lebih dari itu, acara ini menjadi bagian dari gerakan komunitas untuk merawat dan menjaga ekosistem musik independen di Yogyakarta agar tetap tumbuh serta memiliki ruang ekspresi yang berkelanjutan. “Swaramantra bukan cuma soal konser. Ini ruang yang kami bangun untuk mempertemukan energi antara musisi dan penikmat musik. Ada rasa, cerita, dan keresahan yang diterjemahkan lewat karya,” ujar perwakilan Jogja Distortion.

Komunitas ini lahir dari semangat kolektif untuk menghadirkan ruang alternatif bagi pelaku skena independen yang kerap menghadapi keterbatasan fasilitas. Alih-alih menunggu kesempatan, Jogja Distortion memilih untuk menciptakan ruangnya sendiri sebagai wadah berkarya dan berekspresi. “Karena musik butuh ruang, dan tidak semua punya akses ke sana. Jadi kami bangun ruang itu bersama-sama,” katanya.

Suara, cahaya, dan energi menyatu di panggung Swaramantra Vol.5. Jogja Distortion menghadirkan lebih dari sekadar konser—ini adalah ruang hidup bagi karya, cerita, dan pertemuan hangat di RICY Eatery & Coffee. (Foto: Istimewa)

Melalui Swaramantra, Jogja Distortion juga menegaskan peran komunitas sebagai penggerak ekosistem. Mulai dari proses kurasi line-up, kolaborasi lintas komunitas, hingga menghadirkan atmosfer intim antara performer dan audiens, seluruhnya dirancang sebagai pengalaman kolektif yang autentik. “Yang kami cari bukan nama besar, tapi karya yang jujur dan punya nyawa,” ujar penyelenggara.

Memasuki volume kelima, Swaramantra menjadi simbol konsistensi dalam membangun komunitas inklusif. Di tengah maraknya event musik komersial, pendekatan berbasis komunitas justru menjadi identitas kuat yang membedakan acara ini. “Kami ingin Swaramantra terus jadi rumah. Tempat komunitas saling menguatkan, musisi berkembang, dan audiens pulang dengan sesuatu,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....